Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ekstremis Nigeria Culik 20 Anak Penduduk

Sabtu, 22 Januari 2022 | 16:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang anak laki-laki berjalan melewati sisa-sisa puing rumah di desa yang dibakar oleh Boko Haram di pinggiran Maiduguri.

Kano, Beritasatu.com- Para ekstremis membunuh dua orang dan menculik 20 anak di negara bagian Borno, Nigeria. Seperti dilaporkan AFP, Jumat (21/1/2022), Borno menjadi tempat gerilyawan melakukan pemberontakan selama lebih dari satu dekade.

Serangan hari Kamis (20/1) di desa Piyemi terjadi di dekat kota Chibok. Di sana, delapan tahun lalu para ekstremis Boko Haram menculik lebih dari 200 siswi dalam serangan yang memicu kecaman internasional.

Milisi Negara Islam di Provinsi Afrika Barat (DWAP) menyerbu Piyemi pada Kamis sore. Mereka menewaskan dua pria dan menangkap 13 anak perempuan dan tujuh anak laki-laki, menurut penduduk dan tokoh masyarakat.

“Milisi DWAP yang mengenakan seragam militer mulai menembak dan menjarah toko-toko di desa dan membakar rumah,” kata mereka.

"Mereka menembak mati dua orang dan membawa pergi 13 anak perempuan dan tujuh anak laki-laki berusia antara 12 dan 15 tahun," kata warga setempat Samson Bulus kepada AFP melalui telepon.

Para gerilyawan yang menyerang dari hutan Sambisa di dekatnya menggiring “20 anak yang diculik ke dalam sebuah truk yang mereka sita dari desa dan membawa mereka ke dalam hutan,” kata seorang warga lainnya, Silas John.

Pejabat militer tidak segera tersedia untuk mengomentari serangan itu. Namun seorang pejabat pemerintah Chibok setempat membenarkan serangan itu tanpa memberikan rincian.

Seorang pemimpin komunitas juga memberikan rincian serupa tentang serangan ekstremis dan anak-anak yang diculik.

“Serangan ini adalah yang ketiga dalam beberapa hari terakhir dan menggarisbawahi risiko yang dihadapi desa-desa di sekitar Chibok dari para ekstremis,” kata Ayuba Alamson, pemimpin komunitas dari Chibok.

Penculikan pada Kamis (20/1) terjadi ketika Nigeria berjuang dengan serangkaian serangan penculikan untuk tebusan di sekolah oleh geng kriminal selama setahun terakhir di negara bagian barat lautnya.

Sekitar 1.500 anak sekolah ditangkap tahun lalu dalam 20 penculikan massal di sekolah-sekolah di seluruh wilayah. Menurut badan kesejahteraan anak-anak PBB UNICEF, 16 siswa kehilangan nyawa mereka.

Sebagian besar sandera dibebaskan setelah negosiasi dengan geng kriminal yang dikenal secara lokal sebagai bandit. Namun beberapa sandera masih ditahan di tempat persembunyian hutan.

Setelah penggerebekan hari Kamis, warga mengatakan mereka kembali ke desa Piyemi pada hari Jumat setelah menghabiskan malam di semak-semak untuk melarikan diri dari penyerang DWAP.

Para ekstremis meruntuhkan sebagian desa, termasuk satu gereja, dan membakar 10 kendaraan dalam serangan yang berlangsung selama tiga jam itu, kata warga John.

Pasukan militer telah ditempatkan di Chibok sejak penculikan siswi tahun 2014 yang terkenal. Namun serangan ekstremis yang mematikan terus berlanjut di daerah tersebut, dengan para milisi melancarkan serangan dari kantong hutan terdekat mereka.

DWAP, yang memisahkan diri dari Boko Haram pada 2016 merebut hutan Sambisa dari saingannya Boko Haram menyusul kematian pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau pada Mei dalam bentrokan antara kedua faksi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI