Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Negara Terakhir yang Bebas Covid-19 Ini Akhirnya Berlakukan Lockdown

Minggu, 23 Januari 2022 | 12:23 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Kiribati, negara Kepulauan di Pasifik.

Kiribati, Beritasatu.com – Kiribati, negara di kepulauan Pasifik selama ini diketahui merupakan negara bebas Covid-19 di dunia. Namun pada Sabtu (22/1/2022) akhirnya memberlakukan lockdown dengan jam malam, setelah mendapati penumpang yang positif Covid-19 dari penerbangan internasional pertama dalam 24 jam sebelumnya.

Hingga akhir tahun 2021, negara pulau itu, yang merupakan salah satu yang paling terpencil di dunia, hanya mencatat dua kasus infeksi pada dua orang yang kembali dengan kapal pada Mei tahun lalu. Keduanya bahkan tidak menginjakkan kaki mereka ke Kiribati karena dikarantina di kapal itu.

Namun kini pembatasan dilakukan, dengan larangan pertemuan sosial dan penduduk tinggal di rumah kecuali dalam keadaan darurat. Sebagian besar kantor pemerintah dan lembaga lainnya akan tutup, kecuali rumah sakit, polisi, dan layanan penting lainnya.

Diketahui, lockdown diberlakukan setelah 36 orang dalam penerbangan dari Fiji dinyatakan positif saat mendarat sekitar seminggu yang lalu dengan pesawat pertama yang tiba sejak Kiribati membuka kembali perbatasannya bulan ini. Semua penumpang yang berjumlah 54 orang dikarantina di sebuah fasilitas.

Namun didapati, empat kasus dilaporkan di masyarakat, termasuk penjaga keamanan di pusat karantina.

Sebelumnya Samoa Amerika, yang mendeteksi infeksi pertamanya di pada bulan September 2021, juga mengumumkan lockdown penuh selama 48 jam mulai Sabtu setelah peningkatan 15 kasus virus corona yang tiba dengan penerbangan dari Australia.

Di Kiribati, kantor presiden mengatakan, sekarang ada asumsi bahwa Covid-19 sedang menyebar di masyarakat. “Satu-satunya cara kita bisa melawan virus ini adalah melalui vaksinasi lengkap. Bersama-sama untuk melakukan bagian kita dalam memerangi pandemi ini."

Sekitar 90% populasi telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19, dan 53% telah mendapatkan dua suntikan, menurut Radio Kiribati, mengutip data resmi. Stasiun radio nasional itu melaporkan, penerbangan Fiji disewa oleh the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints.

Dengan populasi hampir 120.000, Kiribati terletak di antara Australia dan Hawaii, sekitar empat jam penerbangan dari Fiji. Benua terdekat, Amerika Utara, berjarak ribuan mil. Pelancong ke Kiribati harus menunjukkan bukti vaksinasi dan hasil tes negatif sebelum memulai perjalanan dan kemudian dikarantina selama dua minggu pada saat kedatangan.

Banyak pulau terpencil telah mempertahankan kebijakan "nol Covid" dan memberlakukan larangan perjalanan panjang selama pandemi. Ukuran kecil negara-negara kepulauan Pasifik dalam beberapa hal membantu menangkal virus, dengan banyak yang dapat menutup perbatasan mereka dan beberapa memvaksinasi populasi mereka dengan cepat, tetapi yang lain kekurangan infrastruktur kesehatan masyarakat untuk menangani wabah besar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Washington Post


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI