Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tunggakan Iuran Dibayar Korsel, Iran Kembali Punya Hak Suara di PBB

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:20 WIB
Oleh : LES
Foto dokumentasi pada 10 November 2019 menunjukkan bendera Iran di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr Iran, saat upacara resmi untuk memulai pekerjaan pada reaktor kedua di fasilitas tersebut.

Seoul, Beritasatu.com - Pemerintah Iran akan mendapatkan kembali hak suara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah Korea Selatan (Korsel) membayar tunggakan iuran Teheran ke badan dunia itu.

Dana untuk pembayaran tunggakan sebesar US$ 18 juta (sekitar Rp 258 miliar) itu diambil dari aset Iran yang dibekukan di Korsel.

Iran sebelumnya mendapatkan lagi hak suaranya di PBB pada Juni setelah ada pembayaran serupa.

Namun, negara itu bulan lalu mengatakan, kehilangan haknya lagi karena gagal melunasi tagihan sebagai akibat dari sanksi-sanksi oleh Amerika Serikat.

Pencairan dana Iran yang dibekukan memerlukan izin dari AS

AS dan sekutunya di Eropa mengatakan hanya tersisa beberapa pekan lagi untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.

Saat dipimpin Donald Trump, AS keluar dari perjanjian itu pada 2018, lalu kembali menjatuhkan sanksi kepada Iran.

Iran kemudian melanggar banyak pembatasan nuklir yang disepakati dalam perjanjian itu.

"Korsel pada Jumat menyelesaikan pembayaran tagihan Iran di PBB sekitar US$ 18 juta dengan dana Iran yang dibekukan di Korea Selatan, lewat kerja sama aktif dengan badan-badan terkait seperti Pengendalian Aset di Departemen Keuangan AS dan Sekretariat PBB," kata kementerian keuangan Korsel dalam pernyataan.

Iran pekan lalu mendesak Korsel untuk membantu membayarkan iuran PBB dengan dana yang dibekukan karena khawatir kehilangan hak suara di Majelis Umum PBB, kata Kemenkeu Korsel.

Sebelumnya, Iran telah berulang kali menuntut pencairan dana 7 miliar dolar (Rp100,3 triliun) yang dibekukan di bank-bank Korsel berdasarkan sanksi AS. Iran mengatakan Seoul "menyandera" uang itu.

Seorang pejabat Kemenkeu Korsel menolak menyebutkan berapa banyak uang Iran yang masih dibekukan setelah pembayaran ke PBB itu karena dilarang undang-undang kerahasiaan bank.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI