Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Presiden Armenia Mengundurkan Diri

Senin, 24 Januari 2022 | 07:14 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Armen Sarkissian

Yerevan, Beritasatu.com- Presiden Armenia Armen Sarkissian mengundurkan diri karena kekurangan pengaruh. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (23/1/2022), dia yakin konstitusi negara itu tidak memberi presiden kekuatan yang cukup untuk memengaruhi kebijakan selama masa krisis nasional.

Sarkissian, presiden sejak 2018, berada di pusat krisis politik domestik tahun lalu yang meletus setelah perang antara Armenia dan rival lama Azerbaijan untuk menguasai wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Sarkissian terlibat dalam perselisihan dengan Perdana Menteri Nikol Pashinyan tahun lalu atas sejumlah masalah, termasuk pemecatan kepala angkatan bersenjata setelah perang dan di tengah protes yang membawa ribuan orang turun ke jalan-jalan negara Kaukasus.

“Ini bukan keputusan yang didorong secara emosional dan ini berasal dari logika tertentu,” kata Sarkissian pada hari Minggu dalam satu pernyataan di situs resminya.

Pernyataan presiden tidak merujuk langsung pada peristiwa atau masalah tertentu.

"Presiden tidak memiliki alat yang diperlukan untuk memengaruhi proses penting kebijakan luar negeri dan dalam negeri di masa-masa sulit bagi rakyat dan negara," keluhnya.

“Saya berharap pada akhirnya perubahan konstitusi dapat dilaksanakan dan presiden dan pemerintahan presiden berikutnya dapat beroperasi dalam lingkungan yang lebih seimbang,” tambahnya.

Setelah referendum pada bulan Desember 2015, Armenia menjadi republik parlementer, dan kekuasaan presiden dikurangi secara signifikan – yang berarti bahwa peran perdana menteri dipandang lebih kuat.

Armenia menyetujui gencatan senjata dengan Azerbaijan pada November lalu di perbatasan mereka. Sebelumnya, Rusia mendesak mereka untuk mundur dari konfrontasi menyusul bentrokan paling mematikan sejak perang enam minggu pada tahun 2020 ketika Moskwa juga menengahi kesepakatan damai untuk mengakhiri permusuhan.

Pada saat itu, Sarkissian mengritik fakta bahwa dia tidak diikutsertakan dalam negosiasiikatan.

Perdana Menteri Pashinyan sejak itu berada di bawah tekanan, dengan protes jalanan reguler menuntut dia mundur karena persyaratan perjanjian damai. Di bawah kesepakatan 2020 yang ditengahi oleh Rusia, Azerbaijan mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang telah hilang selama perang di awal 1990-an.

Armenia memisahkan diri dari Uni Soviet pada tahun 1991 tetapi tetap bergantung pada Rusia untuk bantuan dan investasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI