Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Klub Malam di Kamerun Terbakar, 16 Orang Tewas

Senin, 24 Januari 2022 | 08:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang polisi berjaga di pintu masuk klub malam Livs tempat kebakaran mematikan terjadi di distrik Bastos di Yaounde, Kamerun, pada Minggu 23 Januari 2022.

Yaounde, Beritasatu.com- Sedikitnya 16 orang tewas dalam kebakaran di klub malam populer di Yaounde, ibu kota Kamerun. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (1/2022), kebakaran itu disebabkan oleh kembang api yang digunakan di klub.

Api melalap ruang utama Liv's Night Club di distrik kelas atas Bastos di ibu kota, rumah bagi kedutaan besar dan kediaman diplomat. Pihak berwenang mengatakan api menyebar ke tempat penyimpanan gas untuk memasak.

"Kami masih dalam tahap penyelidikan untuk mengetahui nama dan kewarganegaraan korban tewas dan luka-luka," kata juru bicara pemerintah Rene Emmanuel Sadi, Minggu.

“Tragedi yang disebabkan oleh ledakan dari kembang api yang sering digunakan di tempat-tempat ini, pertama-tama membakar langit-langit gedung, menghasilkan dua ledakan yang sangat keras, menyebabkan kepanikan dan injak-injak,” kata kementerian komunikasi.

"Ada ledakan keras dari enam botol gas, menyebabkan kepanikan di lingkungan itu." kata pernyataan pemerintah, menambahkan bahwa delapan lainnya terluka dan dibawa ke Rumah Sakit Pusat Yaounde.

Seorang penjaga keamanan yang hadir pada saat kebakaran mengatakan "itu terjadi sangat cepat".

“Saat itu lewat dari jam 2 pagi dan kebanyakan pelanggan datang sekitar jam 3 pagi, ada banyak korban,” kata satpam itu.

Insiden itu terjadi saat negara itu menjadi tuan rumah bagi ribuan pemain sepak bola, penggemar, dan ofisial pertandingan dari seluruh benua untuk turnamen Piala Afrika selama sebulan.

Dalam satu pernyataan, Presiden Kamerun Paul Biya menyerukan agar para pemain dan penggemar AFCON tenang dan yakin akan keselamatan mereka.

Kejuaraan yang menampilkan tim dari 24 negara itu semula dijadwalkan pada 2021 tetapi kemudian ditunda karena pandemi virus corona. Menanggapi arahan presiden, polisi kota telah meluncurkan penyelidikan.

Sekitar 100 orang berkumpul di luar kamar mayat rumah sakit militer di lingkungan Ekounou Yaounde pada Minggu (23/1), berharap untuk mengetahui berita tentang kerabat.

“Saya tidak punya informasi apapun. Saya bangun pagi ini dan mereka memberi tahu saya bahwa putra saya yang berusia 38 tahun sudah meninggal,” kata seorang wanita, yang menyebut namanya sebagai Fidele.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI