Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Australia Beli Hak atas Bendera Aborigin, Akhiri Perselisihan Panjang

Selasa, 25 Januari 2022 | 20:45 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Warga Aborigin Australia mengadakan upacara untuk menyambut Pawai Iklim Rakyat di depan Gedung Parlemen Lama di Canberra, Australia, pada 29 November 2015

Sydney, Beritasatu.com- Pemerintah Australia telah mencapai kesepakatan senilai US$14 juta atau sekitar Rp 200 triliun untuk membeli hak cipta atas bendera Aborigin. Seperti dilaporkan AFP, Selasa (25/1/2022), kesepakatan ini mengakhiri perdebatan panjang tentang penggunaan bendera itu untuk umum.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pemerintahnya telah "membebaskan bendera Aborigin untuk warga Australia."

Kesepakatan itu muncul dari negosiasi dengan seniman Aborigin, Harold Thomas, yang mendesain bendera itu pada 1971.

Selama 50 tahun terakhir, bendera tersebut telah menjadi simbol penting dari protes dan perayaan bagi orang-orang Aborigin Australia.

Tapi ada perdebatan sengit tentang penggunaan publik dari desain Thomas setelah seniman tersebut memberikan lisensi kepada perusahaan untuk menggunakannya pada produk mereka.

Salah satu perusahaan ini, WAM Clothing, mengirim surat berhenti dan berhenti ke banyak organisasi, termasuk Australian Football League, karena menggunakan bendera Aborigin pada pakaian.

“Saya berharap pengaturan ini memberikan kenyamanan kepada semua orang Aborigin dan warga Australia untuk menggunakan bendera, tidak berubah, dengan bangga dan tanpa batasan,” kata Thomas tentang kesepakatannya dengan pemerintah Australia.

"Saya bersyukur bahwa karya seni saya diapresiasi oleh begitu banyak orang, dan itu telah mewakili sesuatu yang begitu kuat bagi banyak orang,” tambahnya.

Morrison mengatakan kesepakatan itu berarti bendera itu dapat digunakan di pakaian, lapangan olahraga, karya seni dan di media lain apa pun tanpa harus meminta izin atau membayar biaya.

Kesepakatan itu juga akan membuat pemerintah Australia memberikan beasiswa untuk menghormati Thomas senilai US$100.000 (Rp 1,43 miliar) untuk siswa Pribumi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI