Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Iran Gunakan Yaman sebagai Pangkalan untuk Serang Negara Tetangga

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Pejuang pro-pemerintah Yaman memindahkan persenjataan dari distrik Harib pada Selasa 25 Januari 2022 setelah pemberontak Houthi Yaman diusir dari distrik medan pertempuran utama oleh para pejuang Brigade Raksasa yang dilatih UEA.

Sanaa, Beritasatu.com- Perdana Menteri Yaman Maeen Abdul Malik Saeed menuduh milisi Houthi mengizinkan Iran mendirikan pangkalan untuk menyerang negara lain. Pada Selasa (25/1/2022), kantor berita resmi SABA melaporkan pernyataan Saeed saat bertemu Duta Besar Inggris untuk Yaman Richard Oppenheim.

Seperti dilaporkan Arab News, Maeen Abdul Malik Saeed mengatakan bahwa Houthi telah menghindari upaya perdamaian untuk mengakhiri perang dan telah menjadi kaki tangan rezim Iran untuk melancarkan serangan terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dan merusak navigasi maritim internasional melalui Laut Merah.

PM Yaman mengulangi seruan pemerintahnya kepada masyarakat internasional untuk menyebut dan mempermalukan Houthi karena mengobarkan kekerasan, memperburuk krisis kemanusiaan, menyerang negara tetangga, dan menolak inisiatif perdamaian.

Saat pertemuan terpisah dengan duta besar Inggris di Aden, Menteri Luar Negeri Yaman Ahmed Awadh bin Mubarak mendesak dunia, termasuk pemerintah Inggris, untuk menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris.

“Kami membahas perkembangan terbaru di Yaman dan kawasan. Saya menekankan pentingnya menunjuk milisi Houthi sebagai organisasi teroris,” kata Mubarak di Twitter setelah pertemuan itu.

Oppenheim, yang mendarat di Aden pada Selasa (25/1), mendesak faksi-faksi yang bertikai di Yaman untuk bekerja mencapai kesepakatan damai guna mengakhiri penderitaan rakyat Yaman.

“Saat Yaman menderita efek berkelanjutan dari konflik yang mengerikan, saya dapat melihat potensi luar biasa Yaman. Saya menyerukan kepada semua pihak untuk mengutamakan kesejahteraan rakyat Yaman & bekerja secara intensif untuk menemukan solusi politik yang berkelanjutan dengan rakyat Yaman di jantungnya,” papar Oppenheim dalam satu cuitan Twitter pada Selasa.

Seruan telah meningkat untuk menunjuk Houthi sebagai organisasi teroris internasional sejak awal bulan ini setelah milisi merebut satu kapal berbendera UEA di Laut Merah dan melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang mematikan di Arab Saudi dan UEA.

Seruan untuk menyebut Houthi sebagai organisasi teroris datang ketika pemerintah mencetak keuntungan militer besar baru di medan perang di provinsi tengah Marib untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Pada Selasa, Kementerian Pertahanan menyatakan pasukan tentara dan Brigade Raksasa maju menuju pegunungan Malla'a, selatan Marib, sehari setelah mengambil kendali penuh atas kota Hareb, pusat distrik Hareb.

Kepada Arab News pada Selasa, seorang pejabat militer Yaman mengatakan bahwa pasukan pemerintah menguasai daerah-daerah baru di luar Hareb, termasuk jalan strategis yang menghubungkan distrik Hareb, Juba dan Al-Abedia, dan berbaris menuju distrik Al-Abedia.

“Target kami berikutnya adalah Al-Abedia,” kata pejabat tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya, seraya menambahkan bahwa pertahanan Houthi telah runtuh selama beberapa hari terakhir ketika pasukan pemerintah menekan untuk menguasai wilayah baru di selatan Marib.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI