Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Subvarian BA.2 Satu Setengah Kali Lebih Menular dari Omicron

Kamis, 27 Januari 2022 | 10:44 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Ilustrasi varian Covid-19 Omicron

Kopenhagen, Beritasatu.com - Subvarian Omicron, BA.2 telah menjadi varian yang dominan di Denmark, dengan dugaan lebih menular daripada sub-garis keturunan BA.1. Dari perhitungan awal, BA.2 satu setengah kali (1,5) lebih menular dari BA.1.

Namun demikian tidak ada bukti turunan Omicron ini menyebabkan lebih banyak penyakit, ungkap Menteri Kesehatan Denmark Magnus Heunicke, Rabu (26/1/2022).

"Tidak ada bukti bahwa varian BA.2 menyebabkan lebih banyak penyakit, tetapi pasti lebih menular," kata Heunicke dalam konferensi pers.

Garis keturunan BA.1 saat ini menyumbang 98 persen dari semua kasus secara global tetapi di Denmark telah disingkirkan oleh BA.2, yang menjadi varian dominan pada minggu kedua Januari.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah menetapkan BA.2 sebagai varian yang sedang diselidiki, dengan mengatakan itu bisa memiliki keuntungan pertumbuhan.

Perhitungan awal menunjukkan BA.2 bisa 1,5 kali lebih menular daripada BA.1, otoritas penyakit menular teratas Denmark, Statens Serum Institut (SSI), mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Rabu.

Namun, analisis awal oleh lembaga tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan risiko rawat inap untuk BA.2 dibandingkan dengan BA.1.

"Ada beberapa indikasi bahwa itu lebih menular, terutama untuk yang tidak divaksinasi, tetapi itu juga dapat menginfeksi orang yang telah divaksinasi ke tingkat yang lebih besar," kata direktur teknis SSI Tyra Grove Krause pada briefing.

Ini bisa berarti puncak epidemi Denmark akan memperpanjang sedikit lebih jauh ke Februari dari perkiraan sebelumnya, kata Krause.

Kasus BA.2 juga telah terdaftar di Inggris, Swedia dan Norwegia, tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada di Denmark.

Denmark pada hari Rabu mengumumkan rencana untuk membatalkan pembatasan Covid-19 yang terakhir pada 1 Februari, negara terbaru di Eropa yang melakukannya meskipun jumlah infeksi harian tertinggi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNA/Reuters


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI