Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Banjir Besar Malaysia Akibatkan Kerugian Total Rp 20,9 Triliun

Sabtu, 29 Januari 2022 | 10:06 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang pria menggunakan ponsel saat dia duduk di antara mobil-mobil di tengah banjir di Shah Alam, Selangor pada 21 Desember 2021.

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Banjir di Malaysia mengakibatkan kerugian total hingga US$ 1,46 miliar (Rp 20,9 triliun). Seperti dilaporkan CNA, Jumat (28/1/2022), Departemen Statistik mengungkap data dampak banjir yang melanda beberapa negara bagian Malaysia pada akhir Desember dan awal Januari lalu.

Dalam laporan khusus tentang dampak banjir di Malaysia pada tahun 2021, Kepala Departemen Statistik Malaysia, Mohd Uzidin Mahidin mengatakan bahwa kerugian itu setara dengan 0,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Malaysia.

“Banjir yang melanda bangsa ini pada akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 telah menyebabkan kerusakan tempat tinggal, kendaraan, tempat usaha, sektor manufaktur dan pertanian serta aset dan infrastruktur publik,” kata Mohd Uzidin.

Dalam hal kerugian keseluruhan menurut kategori, aset publik dan infrastruktur berjumlah RM 2 miliar (Rp 6,8 triliun), diikuti oleh rumah (RM 1,6 miliar atau Rp 5,49 triliun), kendaraan (RM 1 miliar atau Rp 3,4 triliun), industri manufaktur (RM 900 juta atau Rp 3 triliun), tempat usaha (RM 500 juta atau Rp 1,71 triliun ) dan industri pertanian (RM 90,6 juta atau Rp 311 miliar).

Laporan itu juga mengatakan bahwa Selangor adalah negara bagian yang paling terkena dampak banjir, mencatat kerugian RM 3,1 miliar (Rp 10,6 triliun), diikuti oleh Pahang (RM 593,2 juta atau Rp 1,92 triliun) dan Melaka (RM 85,2 juta atau Rp 292 miliar).

Kerugian yang dicatat untuk Negeri Sembilan berjumlah RM 77,1 juta (Rp 264 miliar) dan RM 50,1 juta (Rp 172 miliar) untuk Johor.

Tiga distrik teratas yang mengalami kerugian terbesar semuanya berada di Selangor. Klang melaporkan kerugian RM 1,2 miliar (Rp 4,1 miliar), sementara Petaling dan Hulu Langat masing-masing mencatat kerugian RM 1,1 miliar (Rp 3,78 miliar) dan RM 400 juta (Rp 1,37 miliar).

Departemen menyatakan bahwa banjir melanda 11 negara bagian, memengaruhi 60 distrik di negara itu. Sementara Negara bagian yang terdampak adalah Johor, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Selangor, Terengganu, Sabah, Sarawak, dan Kuala Lumpur.

Dalam konferensi media bulan lalu, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan dan Air Malaysia, Zaini Ujang mengatakan bahwa hujan deras yang dimulai pada 18 Desember dan berlangsung lebih dari 24 jam, setara dengan curah hujan rata-rata selama sebulan dan merupakan "satu kali dalam satu bulan" atau "peristiwa cuaca seratus tahun”.

“Curah hujan tahunan di Kuala Lumpur adalah 2.400 milimeter dan ini berarti curah hujan kemarin telah melebihi rata-rata curah hujan selama sebulan. Ini sesuatu yang di luar perkiraan kami dan hanya terjadi sekali dalam seratus tahun,” katanya.

Zaini mengatakan penyebab langsung dari peristiwa itu adalah faktor aliran monsun dan sistem cuaca tekanan rendah yang mencapai tingkat depresi tropis di Laut China Selatan. Dalam hal korban manusia, korban tewas akibat banjir mencapai 54 orang, dengan Selangor mencatat tertinggi 25 kasus kematian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI