Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Bursa AS Tertekan Dipicu Kekhawatiran Virus Corona

Jumat, 6 Maret 2020 | 08:07 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.

New York, Beritasatu.com- Bursa AS atau Wall Street pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (6/3/2020) ditutup terkoreksi.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 969,6 poin (3,58 persen) menjadi 26.121 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 279,5 poin (3,1 persen) menjadi 8.739 poin. Indeks S&P 500 melemah 106,2 poin (3,3 persen) menjadi 3.024 poin.

Dow Jones tergerus lebih dari 950 poin di tengah minggu yang fluktuatif bak roller-coaster. Pelemahan saham AS menghapus sebagian besar kenaikan tajam pada perdagangan sebelumnya, karena pasar tetap khawatir menghadapi virus corona yang menyebar cepat dan berpotensi menekan ekonomi.

Penurunan tajam itu, terjadi hanya satu hari setelah kemenangan Joe Biden dalam pemilihan pendahuluan Bursa Capres Partai Demokrat "Super Tuesday" yang mendorong reli bursa AS, dengan Dow melonjak lebih dari 1.100 poin.

Indeks acuan S&P 500 berakhir turun lebih 10 persen dari penutupan tertinggi 19 Februari, setelah pekan lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Oktober 2008.

Virus corona telah menyebabkan lebih dari 3.300 kematian di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, kasus-kasus baru dari virus yang menyebar luas dilaporkan pada Kamis (5/3/2020) di sekitar New York dan di San Francisco.

Dalam perkembangan terakhir, Alphabet Inc Google bergabung dengan perusahaan teknologi besar lainnya merekomendasikan karyawan di wilayah Seattle bekerja dari rumah.

Sektor keuangan jatuh 4,9 persen karena berlanjutnya penurunan imbal hasil surat utang pemerintah membebani saham-saham bank yang sensitif terhadap suku bunga. Imbal hasil surat berharga 10-tahun turun menjadi 0,91 persen.

Saham JPMorgan Chase turun 4,9 persen dan Bank of America Corp turun 5,1 persen.

Indeks maskapai S&P 500 tergelincir 8,2 persen, termasuk penurunan 13,4 persen saham American Airlines Group Inc.

Epidemi virus corona dapat merugikan maskapai penerbangan penumpang hingga US$ 113 miliar dalam pendapatan tahun ini, sebuah badan industri memperingatkan.

Saham-saham operator pelayaran anjlok setelah kapal pesiar Grand Princess, milik Carnival Corp, dilarang kembali ke pelabuhan asalnya San Francisco karena kekhawatiran virus corona setelah setidaknya 20 orang di atas kapal jatuh sakit. Saham Carnival anjlok 14,1 persen, sedangkan Royal Caribbean Cruises terjun 16,3 persen.



Sumber: Reuters


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

BERITA TERPOPULER


#1
Partai Emas Dukung Larangan Mudik yang Diterapkan Pemerintah

#2
Meski Berat, IHSG Masih Berpeluang Menguat ke Level 6.000

#3
Larang Mudik, Kemko PMK: Setiap Libur Panjang Kasus Covid 19 Selalu Naik

#4
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#5
Korban Bencana NTT Butuh Obat-obatan dan Layanan Psikososial

#6
Tunggu Detail Aturan, KAI Belum Jual Tiket KA Bulan Mei

#7
M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan

#8
Alibaba Hanya Didenda Ringan, Kekayaan Jack Ma Melonjak Rp 33 Triliun

#9
Vaksin Nusantara Disebut Buatan Asing, BPOM: Masyarakat yang Menilai

#10
Cek Titik Nol Istana Negara di IKN, Suharso dan Fadjroel Sambangi Kaltim

TERKINI


NASIONAL | 13 April 2021

MEGAPOLITAN | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

BOLA | 13 April 2021

POLITIK | 13 April 2021

DIGITAL | 13 April 2021

BOLA | 13 April 2021