Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Emas Menguat Dipicu Kekhawatiran Penyebaran Virus Corona

Jumat, 6 Maret 2020 | 08:14 WIB
Oleh : WBP
Ilustrasi emas.

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (6/3/2020), melonjak ke level tertinggi lebih dari satu minggu karena kekhawatiran penyebaran global virus corona mendorong investor berburu safe haven dan harapan pelonggaran kebijakan moneter bank-bank sentral dunia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Bursa Comex melonjak US$ 25 atau 1,52 persen, menjadi US$ 1,668 per ounce, karena investor beralih ke pembelian safe-haven di tengah kekhawatiran COVID-19. Emas berjangka turun tipis US$ 1,4 atau 0,09 persen menjadi US$ 1.643 sehari sebelumnya. Sementara di pasar spot, harga emas naik 1,9 persen menjadi US$ 1.666,16 per ounce pada pukul 13.36 waktu setempat (18.36 GMT).

"Jelas karena pasar ekuitas berada di bawah tekanan karena kekhawatiran virus corona, jadi kita melihat uang mengalir keluar dari aset-aset berisiko ke tempat yang aman seperti emas," kata Direktur Perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger.

Selain itu, kata dia, emas merupakan lindung nilai klasik terhadap membanjirnya likuiditas bank-bank sentral global. "Emas terus menjadi investasi alternatif favorit."

Saat ini ada lebih dari 90.000 kasus COVID-19 secara global, dengan lebih dari 3.000 kematian.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada Rabu (4/3/2020) bahwa penyebaran global telah menghancurkan pertumbuhan tahun ini. Sementara laporan The Fed menunjukkan tanda-tanda epidemi mulai membebani sentimen bisnis AS.

Fed AS dan bank sentral Kanada telah merespons dengan memotong suku bunga sebesar 50 basis poin. Pasar di zona euro memperkirakan 90 persen kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akan memangkas suku bunga simpanannya minggu depan.

Selanjutnya mendukung logam kuning, indeks dolar tergelincir 0,5 persen ke dekat level terendah dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama, sementara imbal hasil obligasi 10-tahun AS turun kembali di bawah satu persen.

Di tempat lain, paladium turun 1,6 persen menjadi US$ 2.536,16 per ounce. Perak naik 1,1 persen menjadi US$ 17,36 per ounce, sementara platinum tergelincir 0,7 persen menjadi US$ 866,33 per ounce.

Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Mei bertambah 14,7 sen atau 0,85 persen, menjadi US$ 17,393 per ounce. Platinum pengiriman April turun US$ 9,5 atau 1,09 persen, menjadi US$ 865,7 per ounce.



Sumber: Reuters, Antara


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 6 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

EKONOMI | 5 Maret 2020

BERITA TERPOPULER


#1
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#2
Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Angela Merkel

#3
Alibaba Hanya Didenda Ringan, Kekayaan Jack Ma Melonjak Rp 33 Triliun

#4
M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan

#5
Tunggu Detail Aturan, KAI Belum Jual Tiket KA Bulan Mei

#6
Vaksin Nusantara Disebut Buatan Asing, BPOM: Masyarakat yang Menilai

#7
Inflasi Tinggi, S&P 500 Cetak Rekor Meski Vaksin J&J Dihentikan Sementara

#8
Cek Titik Nol Istana Negara di IKN, Suharso dan Fadjroel Sambangi Kaltim

#9
Air Radiasi Reaktor Nuklir Fukushima Akan Dilepas ke Laut Jepang

#10
Mount: Chelsea Siap Hadapi Siapa pun di Semifinal

TERKINI


EKONOMI | 14 April 2021

GAYA HIDUP | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

DUNIA | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

NASIONAL | 14 April 2021

NASIONAL | 14 April 2021

BOLA | 14 April 2021