Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

RUU Cipta Kerja Beri Dampak Positif Bagi Petani

Jumat, 3 Juli 2020 | 10:35 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers saat menggelar acara Penjelasan RUU CIPTA KERJA dengan Forum Pemred, Jakarta, Senin 17 Februari 2020.

Jakarta, Beritasatu.com - Keberadaan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law dinilai akan membuka peluang investasi di berbagai sektor ekonomi di Indonesia, salah satunya sektor pertanian. Datangnya investasi tentunya bakal membawa dampak positif bagi petani.

Peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS), Felippa Ann Amanta, mengatakan, semangat RUU Cipta Kerja adalah memangkas tumpang tindih regulasi yang selama ini dianggap menjadi penghalang masuknya investasi di sektor pertanian, salah satunya di subsektor holtikultura.

"Regulasi yang berlaku selama ini tidak ramah terhadap investasi di sektor pertanian, salah satunya di subsektor hortikultura yang diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura," kata Felippa, Kamis (2/7/2020).

Felippa membeberkan sejumlah pasal dalam RUU Cipta Kerja yang akan mengganti beberapa pasal di UU Hortikultura. Pasal 34 RUU Cipta Kerja misalnya, mengundang sarana hortikultura dari dalam dan luar negeri. Pasal tersebut akan merevisi pasal 33 UU Hortikultura yang mempersulit penggunaan sarana dari luar negeri.

Sementara itu, lanjut Felippa, Pasal 100 RUU Cipta Kerja menyatakan pemerintah mendorong penanaman modal dalam usaha hortikultura, sebagaimana juga didapati di sektor perkebunan dan pertanian secara umum. Pasal tersebut akan merevisi Pasal 100 UU Hortikultira yang membatasi penanaman modal asing hanya untuk usaha besar hortikultura dengan jumlah modal maksimal 30 persen.

"Masuknya investasi dan sarana luar negeri ini bisa dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas dan efisiensi di sektor pertanian. Hal ini tentu mendukung visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di 2045," ucap Felippa.

Tidak hanya membuka investasi, RUU Cipta Kerja juga menyederhanakan proses perizinan usaha yang sebelumnya harus melewati birokrasi yang berlapis menjadi satu perizinan usaha dari pemerintah pusat.

"Kemudahan-kemudahan yang diatur dalam RUU Cipta Kerja ini diharapkan membawa dampak positif bagi petani dan pertanian di Indonesia," kata Felippa.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

BERITA TERPOPULER


#1
Kapolda Sumsel: Terduga Penganiaya Perawat Siloam Sudah Ditangkap

#2
Ini Kronologi Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang oleh Keluarga Pasien

#3
Kekerasan terhadap Perawat, Siloam Hospitals Serahkan ke Kepolisian

#4
Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Hukuman Maksimal 2 Tahun 8 Bulan

#5
Jadi Tersangka, Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Minta Maaf

#6
Korban Gempa Malang Berharap Bantuan Pembangunan Rumah Melalui Program Padat Karya

#7
Siloam Hospitals Minta Kepolisian Tindak Tegas Penganiaya Perawat

#8
Ahli Beri Tips Agar Atlet yang Berpuasa Tetap Fit dan Imun Terjaga

#9
Italia Izinkan 1.000 Penonton ke Stadion Mulai Mei

#10
Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Dilaporkan ke Polisi

TERKINI


EKONOMI | 17 April 2021

EKONOMI | 17 April 2021

MEGAPOLITAN | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021

KESEHATAN | 17 April 2021

EKONOMI | 17 April 2021

MEGAPOLITAN | 17 April 2021

KESEHATAN | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021