Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved

Stimulus Covid-19, Kredit Modal Kerja UMKM Disalurkan Pekan Depan

Jumat, 3 Juli 2020 | 15:01 WIB
Oleh : Herman / FMB
Ilustrasi UMKM.

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mendorong perekonomian dan sektor rill agar kembali pulih setelah dihantam pandemi Covid-19, pemerintah pada 25 Juni lalu telah menempatkan uang negara di bank umum milik pemerintah atau Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dengan total Rp 30 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menyampaikan, dana yang ditempatkan di Bank Himbara tersebut akan disalurkan untuk sektor UMKM sebagai modal kerja baru. Pelaksanaannya dijadwalkan sudah bisa dimulai pada pekan depan. Pemerintah juga sedang menyiapkan program penjaminan kredit modal kerja yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi.

Advertisement

“Dalam mendukung sektor usaha, memang banyak tantangannya. Yang sekarang hampir berjalan itu bagaimana kita bisa mendorong realisasi terciptanya kredit modal kerja baru di perbankan untuk UMKM. Kemarin kan sudah kita taruh Rp 30 triliun, tetapi dalam waktu bersamaan pemerintah juga menyediakan program penjaminan kredit modal kerja. Ini sedang difinalisasi, mudah-mudahan Senin bisa diluncurkan,” kata Febrio Kacaribu dalam acara diskusi media melalui webinar, Jumat (3/7/2020).

Dari dana Rp 30 triliun tersebut, rincinanya adalah untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp 10 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Rp 5 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Rp 10 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Rp 5 triliun.

Febrio menambahkan, realisasi penyerapan anggaran untuk masing-masing bidang dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memang sangat bervariasi. Semakin simple dan mengarah ke bentuk cash transfer, menurut Febrio prosesnya akan menjadi lebih cepat. Tetapi apabila sudah mengarah ke supply side untuk menolong sektor usaha yang terdampak, kendalanya menjadi lebih besar karena ingin menghindari moral hazard.

Dari total anggaran penanganan Covid-19 dan PEN sebesar Rp 695,2 triliun, pemerintah menurutnya akan sangat fleksibel. Setiap minggu akan terus dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk melihat program-program mana saja yang berjalan dengan baik dan yang akan tersendat.

“Begitu kita tahu akan tersendat, dari sekarang kita harus memikirkan apa penggantinya untuk program tersebut. Jadi pemerintah memang harus cepat dan tanggap melihat apa yang terjadi di lapangan. Tujuannya agar di kuartal III kita bisa tumbuh lebih baik dari kuartal II, sebab di kuartal II pertumbuhannya sudah pasti negatif,” kata Febrio.



Sumber: BeritaSatu.com



REKOMENDASI



TRENDING NEWS


BERITA LAINNYA


EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

EKONOMI | 3 Juli 2020

BERITA TERPOPULER


#1
Gunakan APD Lengkap, Teddy Syah Antar Jenazah Rina Gunawan ke Peristirahatan Terakhir

#2
Industri Miras yang Ada Tetap Berjalan

#3
Waspada Salah Cara Merawat Organ Telinga

#4
Artis Senior Rina Gunawan Meninggal Dunia

#5
Kepala BKPM: Hanya Tiga Bidang Usaha dengan Persyaratan Tertentu yang Dicabut

#6
Ini, Unggahan Rina Gunawan 1 Bulan Jelang Kepergiannya

#7
Menkes: Virus Varian Baru Covid-19 di Indonesia Berasal dari TKI Arab Saudi

#8
Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Tenang

#9
KPK Akui Usut Dugaan Korupsi Pajak Bernilai Puluhan Miliar

#10
Perpres Miras Dicabut, PAN Dukung Anies Jual Saham DKI di Perusahaan Bir Tahun Ini

TERKINI


BERITA GRAFIK | 3 Maret 2021

BERITA GRAFIK | 3 Maret 2021

BERITA GRAFIK | 3 Maret 2021

BERITA GRAFIK | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

KESEHATAN | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021