Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

ICDX Targetkan Transaksi Multilateral Capai Rp 36 Triliun

Jumat, 19 Februari 2021 | 14:21 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER
Chief Strategic Officer Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Group, Megain Widjaja.

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) pada tahun 2021 menargetkan transaksi multilateral bisa meningkat dua kali lipat dibandingkan akhir tahun 2020. Bila tahun lalu, ICDX membukukan angka Rp 18 triliun, maka tahun ini diharapkan bisa menembus Rp 36 triliun.

Chief Strategic Officer ICDX Group, Megain Widjaja menuturkan, pandemi yang merebak di tahun 2020 membuat volatilitas pasar menjadi tinggi dan harga-harga komoditas berfluktuasi. Selain itu, banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah dan kebutuhan akan alternatif investasi membuat masyarakat menjadi lebih aktif mendalami instrumen keuangan yang variatif, salah satunya perdagangan berjangka komoditi.

"Kombinasi perubahan gaya hidup dan volatilitas pasar tersebut mendorong perkembangan minat para investor, dimana mereka melihat adanya peluang investasi pada perdagangan produk-produk multilateral ICDX," kata Megain di kantor ICDX, Kamis (18/2/2021).

Megain menilai, pasar saat ini sudah mulai stabil dan beradaptasi dengan situasi pandemi, tetapi tidak akan menutup peluang-peluang baru di pasar komoditas. Tahun 2021 disambut dengan berbagai isu besar, mulai dari distribusi vaksin, mutasi virus, hingga isu politik seperti dimulainya kepemimpinan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Isu-isu global tersebut, menurutnya akan terus mempengaruhi situasi pasar komoditas, sehingga peluang investasi akan selalu ada. Apalagi, perekonomian akan selalu dinamis, sehingga kebutuhan akan instrumen investasi baru dan alternatif yang cenderung berkebalikan dari instrumen konvensional akan selalu ada.

"Maka dari itu, kami optimistis memproyeksikan di tahun 2021, perdagangan multilateral kami dapat membukukan setidaknya dua kali lipat dari pencapaian tahun sebelumnya. Angka ini tentu di luar faktor-faktor lain, seperti produk-produk baru yang rencananya akan kami luncurkan tahun ini,” ujar Megain.

ICDX, jelas Megain, berencana merilis tiga produk baru di tahun ini. Yakni, produk yang berkaitan erat dengan lingkungan seperti karbon kredit. Lalu, produk hasil bumi dan valuta asing. Serta, produk berbasis cryptocurrency.

"Kami memang berencana untuk meluncurkan beberapa pasangan valuta asing baru untuk melengkapi produk-produk valuta asing yang ada di ICDX saat ini. Namun, saat ini kami masih melengkapi persyaratan dari regulator untuk bisa merilis produk tersebut ke pasar. Apabila tidak ada halangan, kami ingin merilis pasangan valuta asing baru pada kuartal kedua di tahun ini,” kata Megain.



Selain itu, dalam rangka mendukung komitmen Indonesia dalam menangani pemanasan global, ICDX juga mencoba mendorong penerapan perdagangan karbon di Indonesia melalui karbon kredit. Bukan hanya berdampak positif pada lingkungan, perdagangan karbon juga dinilai mampu menyumbang lebih dari US$ 150 miliar untuk perekonomian Indonesia.

"Apalagi, luas hutan mangrove, lahan gambut, padang lamun dan batu karang di Indonesia diperkirakan berpotensi menyumbang 75%-80% karbon kredit dunia," tambahnya.

Terkait kinerja di bursa ICDX di tahun 2020, Megain merincikan, transaksi GOFX (Gold, Oil, Forex) memberi kontribusi yang sangat signifikan dalam pertumbuhan volume transaksi multilateral. Pertumbuhan volumenya mencapai 1.991% di tahun 2020, sejak diperkenalkan kepada publik di tahun 2018.

Sementara, rata-rata kenaikan volume transaksi mencapai sekitar 900% setiap tahunnya. Hal tersebut didorong oleh diluncurkannya enam kontrak derivatif baru pada tahun lalu, yakni kontrak berjangka minyak mentah berbasis USD, kontrak spot emas berbasis rupiah, dan beberapa kontrak spot cross rate valuta asing.



“Kami juga meluncurkan GOFX Micro, yaitu kumpulan kontrak multilateral berukuran mikro pertama di Indonesia yang ditransaksikan secara legal di dalam bursa. Ukuran kontrak yang jauh lebih kecil ini 1 per 100 dari ukuran kontrak derivatif standar membuat produk ini lebih terjangkau. GOFX Micro menjadi pilihan tepat bagi para investor baru yang ingin mulai mencoba peluang produk derivatif. Sejak peluncurannya, nilai transaksi kontrak-kontrak mikro GOFX mengalami rata-rata kenaikan tiap bulan sebesar 83,84%,” tambahnya. 



Seiring kenaikan transaksi, jumlah investor untuk produk multilateral di bursa ICDX juga melonjak 1.520% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini berasal dari kelas trading GOFX Micro yang telah memberikan kontribusi sebesar 55% dari total kenaikan jumlah investor.



“Meski di tengah pandemi, tim kami berhasil melaksanakan 72 kelas trading online dan 12 webinar inkubasi sebagai upaya mendorong perkembangan perdagangan multilateral. Di tahun 2021 ini, kami ingin mengembangkan program edukasi dan literasi kami melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat mencapai berbagai kalangan, terutama generasi muda dan produktif. Maka dari itu, apabila tidak terjadi hal-hal di luar dugaan, kami optimistis tahun ini mencapai pertumbuhan hingga 200% dari tahun 2020,” sebut Megain.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

EKONOMI | 19 Februari 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tiongkok Akui Efektivitas Vaksin Sinovac Tergolong Rendah

#2
Hantam Leicester, West Ham Perbesar Peluang ke Liga Champions

#3
Menit Ke-79, Cavani Bawa MU Balik Memimpin

#4
Manfaat Susu untuk Tingkatkan Imunitas Selama Bulan Puasa

#5
Sejumlah Pekerja Informal di Tangerang Curi Start Mudik

#6
Resmi, Tol Japek II Berubah Nama Jadi Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed

#7
Pabrik dan Bank Ditutup, Ekonomi Myanmar Runtuh

#8
Akhir 2021, Output Vaksin Covid-19 Tiongkok Capai 3 Miliar Dosis

#9
Sempat Tertinggal, MU Bangkit dan Taklukkan Tottenham

#10
Kadin Dukung Lombok Jadi Pusat Budi Daya Lobster

TERKINI


EKONOMI | 12 April 2021

BERITA GRAFIK | 12 April 2021

BERITA GRAFIK | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

BERITA GRAFIK | 12 April 2021

BERITA GRAFIK | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

HIBURAN | 12 April 2021

KESEHATAN | 12 April 2021