Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Bursa Eropa Menguat karena Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Selasa, 2 Maret 2021 | 05:13 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi

London, Beritasatu.com- Bursa Eropa ditutup menguat tajam pada perdagangan Senin (1/3/2021) karena bursa global naik menyusul penurunan imbal hasil Treasury (obligasi pemerintah) Amerika Serikat (AS) dan berita positif tentang vaksin virus corona.

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi naik 1,8%, dengan saham perjalanan dan rekreasi menguat 3,2% memimpin kenaikan. Semua sektor dan bursa utama memasuki wilayah positif.

Kenaikan tajam bursa Eropa terjadi karena imbal hasil Treasury terus turun dari posisi tertinggi minggu lalu. Bursa berada di bawah tekanan selama beberapa minggu terakhir imbal hasil surat utang di posis tinggi. Hal ini membuat ekuitas kurang menarik bagi investor.

Di Wall Street, saham naik tajam karena para trader juga memantau pasar obligasi. DPR AS mengesahkan tagihan bantuan Covid senilai US$ 1,9 triliun, Undang-Undang Rencana Penyelamatan Amerika tahun 2021, Sabtu pagi (27/2/2021). Saaat ini Senat akan mempertimbangkan undang-undang tersebut.

Berita yang lebih positif tentang vaksin Covid-19 juga muncul akhir pekan ini ketika panel penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merekomendasikan penggunaan vaksin Covid-19 sekali pakai Johnson & Johnson untuk warga di atas 18 tahun dan lebih lanjut usia (lansia).

Sementara IMP manufaktur IHS Markit akhir Februari (indeks manajer pembelian) untuk zona euro berada di 57,9, naik dari perkiraan 57,7.

Adapun saham perjalanan menjadi bintang pada Senin, dengan induk British Airways IAG dan operator pelayaran Carnival masing-masing naik sekitar 5% dan 7%.

Pembangun rumah Inggris Taylor Wimpey, Berkeley Group Holdings, dan Persimmon semuanya menguat lebih 5% menjelang pengumuman anggaran Inggris pada Rabu (3/3/2021). Menteri Keuangan Inggris Raya Rishi Sunak dapat memperkenalkan skema jaminan hipotek baru.

Sementara perusahaan asuransi Denmark Tryg turun 5% setelah melakukan rights issue.



Sumber: CNBC


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

EKONOMI | 1 Maret 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#2
Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Angela Merkel

#3
Alibaba Hanya Didenda Ringan, Kekayaan Jack Ma Melonjak Rp 33 Triliun

#4
Tunggu Detail Aturan, KAI Belum Jual Tiket KA Bulan Mei

#5
M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan

#6
Vaksin Nusantara Disebut Buatan Asing, BPOM: Masyarakat yang Menilai

#7
Cek Titik Nol Istana Negara di IKN, Suharso dan Fadjroel Sambangi Kaltim

#8
KSP: Pekan ini, Jokowi Akan Reshuffle Kabinet

#9
Air Radiasi Reaktor Nuklir Fukushima Akan Dilepas ke Laut Jepang

#10
Moeldoko: Pejabat yang Nekat Korupsi Bakal Disikat Tanpa Pandang Bulu

TERKINI


DUNIA | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

BOLA | 14 April 2021

KESEHATAN | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

BOLA | 14 April 2021

DUNIA | 14 April 2021

BOLA | 14 April 2021

NASIONAL | 14 April 2021

DUNIA | 14 April 2021