Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Tantangan Industri 4.0: Pelaku Industri Butuh Banyak Penyedia Teknologi

Senin, 12 April 2021 | 18:29 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman.

Jakarta, Beritasatu.com – Peluncuran inisiatif “Making Indonesia 4.0” oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI ) semakin mendorong industri makanan dan minuman (mamin), termasuk lima industri prioritas bersama dengan tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronik untuk mempersiapkan diri guna menghadapi era industri 4.0.

Kesiapan industri dalam menerapkan “Making Indonesia 4.0” pun terus diukur melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang menilai lima pilar utama yakni manajemen dan organisasi; sumber daya manusia dan budaya; produk dan layanan; teknologi; dan operasional pabrik. Tercatat per 2019, terdapat 323 perusahaan yang berpartisipasi dalam penilaian INDI 4.0 dan 39 di antaranya berasal dari industri mamin.

Advertisement

Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, pemerintah sudah mulai melakukan upaya-upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor mamin seiring dengan penerapan teknologi Industri 4.0, baik dari segi produksi maupun utilitas pabrik.

“Pada 2019, industri mamin mencapai 62% dari total skala penilaian INDI 4.0. Salah satu tantangan terbesarnya – yang jika berhasil diatasi akan mendongkrak hasil yang lebih baik – adalah ketersediaan penyedia teknologi yang dapat mendukung operasional industri dalam mengimplementasikan Industri 4.0,” ujar Adhi dalam siaran pers, Senin (12/4).

Dia menambahkan bahwa sebagian besar pelaku bisnis belum bisa sepenuhnya menerapkan praktik Industri 4.0. Salah satu penyebab utamanya, adalah keterbatasan teknologi yang tersedia saat ini, baik untuk perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).

“Kurangnya penyedia teknologi yang andal di Indonesia membuat perusahaan harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan, dan ini bisa mengakibatkan hilangnya peluang secara signifikan. Membuka akses terhadap penyedia teknologi dari negara-negara lain seperti Singapura, Selandia Baru, Taiwan, Jepang, dan seterusnya akan sangat bermanfaat dalam mempercepat praktik Industri 4.0 bagi sektor mamin,” jelas Adhi.

Sebagai informasi, bahwa beberapa negara lain sudah mengembangkan teknologi- teknologi maju untuk mengimplementasikan Industri 4.0. Salah satu negara tersebut yakni Selandia Baru, yang telah memanfaatkan perpaduan teknologi yang menggabungkan aspek fisik, digital, dan cyber-physical.

Bahkan Badan penggerak inovasi Selandia Baru membuka peluang bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan teknologi pintar (smart technology), dengan menawarkan beragam layanan starter pack untuk membantu menerapkan teknologi- teknologi baru tersebut, serta memahami berbagai manfaat yang bisa didapatkan.

Beberapa layanan yang ditawarkan seperti riset dan pengembangan (R&D) manufaktur, pelatihan lean manufacturing, pencetakan 3D, dan penggunaan robot industri. Penerapan Industri 4.0 tersebut memungkinkan sebuah negara untuk memaksimalkan sumber daya yang terbatas guna memenuhi volume produksi optimal, efisiensi, dan praktik yang aman.

Teknologi Industri 4.0 pada umumnya mengedepankan otomatisasi dan integrasi teknologi informasi – setiap bagian berintegrasi dengan bagian lainnya, memungkinkan sebuah proses pengambilan keputusan yang lebih baik, memitigasi risiko dan mencapai hasil yang ditargetkan seperti efisiensi, keamanan, dan konsistensi.

Ada pun salah satu pilar Industri 4.0 adalah operasional pabrik, yang dapat secara langsung menunjang keseluruhan sistem. Semisal, Industri 4.0 memungkinkan pabrik untuk melakukan pemeliharaan preventif guna mengurangi risiko downtime. Konektivitas data akan membantu mengidentifikasi kondisi dari setiap suku cadang, sehingga dapat diperbaiki atau diganti sebelum terjadi gangguan atau kerusakan.

Hal lain yang dapat dijadikan contoh, adalah efisiensi listrik dan air yang dapat ditingkatkan. Ini mengingat, teknologi dapat menghitung pasokan dan distribusi sumber daya berdasarkan kebutuhan dari masing-masing fasilitas pabrik – tidak seperti pada era terdahulu yang belum bisa mengontrol penggunaan sumber daya dengan baik. Hal itu bakal sangat bermanfaat dalam mendukung upaya-upaya kebersinambungan lingkungan.

Di samping itu, dengan berbagai praktik baru yang muncul akibat pandemi Covid-19, operasional yang lebih aman menjadi semakin penting dan diperkirakan akan terus berlaku ke depannya.

Teknologi Industri 4.0 menghadirkan lebih banyak Human Machine Interface (HMI), yang memungkinkan satu orang operator dapat mengoperasikan beberapa mesin. Teknologi tidak hanya dapat memaksimalkan peran manusia, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko di lapangan.

“Selain kontak manusia, HMI juga dapat membantu mengurangi kontak human-to-product, sehingga menghindari kontaminasi serta menjamin keamanan pangan dan kualitas yang lebih baik,” tambah Adhi.

Pengelolaan risiko, prakiraan bisnis, pemangkasan biaya yang tidak perlu, dan clean operation pun sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi para pelaku bisnis di Indonesia, untuk meningkatkan kinerja industri guna mencapai daya saing global, baik dari segi harga maupun kualitas.

Namun, beberapa tantangan yang masih perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Industri 4.0 adalah kesiapan sumber daya manusia untuk menghadapi evolusi industri ini. Selain soal tantangan teknis lainnya, seperti keamanan siber (cyber security), infrastruktur internet, pasokan listrik di daerah terpencil, dan perbaikan pada ekosistem inovasi.

“Tujuan akhir dari optimalisasi praktik Industri 4.0 bagi industri mamin adalah menjadikannya sebagai industri unggulan, dalam menghadirkan produk-produk terjangkau dengan kualitas yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia dan mencapai daya saing global,” ungkap Adhi.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#2
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#3
Gibran: 12 Pemudik Dikarantina di Solo

#4
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#5
Viral Video Iring-Iringan Rombongan Jokowi Mudik, Ini Penjelasan Istana

#6
Penentuan 1 Syawal 1442 H, Ini Penjelasan BMKG

#7
Pemudik Motor Tak Terbendung, Penyekatan di Kedungwaringin Bekasi Buka Tutup

#8
Ulama India Imbau Buka Masjid dan Sekolah untuk Pasien Covid-19

#9
Polisi: Teroris MIT Ali Kalora Penggal 2 Warga Sipil di Poso

#10
4.942 Anak di Sumatera Barat Terpapar Covid-19

TERKINI


BOLA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

HIBURAN | 11 Mei 2021

GAYA HIDUP | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021