Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Meski Berat, IHSG Masih Berpeluang Menguat ke Level 6.000

Selasa, 13 April 2021 | 06:30 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP
Investor memperhatikan layar pergerakan saham melalui monitor di Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (12/4/2021) ditutup anjlok 2,00% atau 121,4 poin ke level 5.948,56. Pelemahan indeks ini terjadi di tengah sentimen positif dari internal maupun eksternal. Salah satunya yakni pernyataan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang secara resmi memperpanjang restrukturisasi kredit hingga Maret 2022.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menjelaskan, indeks ke depanya berpotensi bergerak menguji kembali support 5.912 yang merupakan support jangka menengah dengan resisten terdekat pada level 6.025. “Apabila berhasil bertahan di level support 5.912 dan kembali ke atas 6.025, IHSG memiliki peluang untuk kembali menguat, dengan resisten selanjutnya pada 6.125 dan 6.223. Adapun jika gagal bertahan di level 5.912, support selanjutnya ada pada level 5.735,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (12/4).

Advertisement

Gani mengatakan, pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring tekanan bursa regional dan Eropa. Faktor lainya, pelemahan rupiah dan aksi jual asing di market reguler. “Hal itu disebabkan karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sudah mulai pulih membuat pasar AS menjadi lebih menarik bagi para investor, sedangkan pemulihan ekonomi di Indonesia yang cenderung lambat membuat investor asing menarik dana dari market Indonesia,” ujarnya.

Hendriko menilai, penanganan Covid-19 yang semakin cepat menjadi kunci bagi pemerintah untuk memulihkan ekonomi Indonesia sehingga bisa mengangkat kinerja indeks dan mata uang rupiah.

Secara terpisah, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, ada beberapa sentimen yang berpotensi jadi penguatan indeks, di antaranya optimisme recovery perekonomian global, program vaksinasi massal dan meningkatnya aktivitas konsumsi di bulan suci Ramadan. “Dari luar negeri, ada data inflasi maupun inflasi inti AS diprediksikan semakin positif dan hawkish statement The Fed, juga kejelasan/realisasi kebijakan stimulus infrastruktur dari Biden berpotensi angkat kinerja IHSG,” kata dia.

Analis Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, koreksi yang terjadi pada indeks hingga 2%, dikontribusi oleh pelemahan saham-saham kapitalisasi pasar besar (bigcaps) seperti BBRI, BBCA, ASII, BMRI, UNVR. “Kendati demikian, beberapa hari ke depan, sentimen yang patut diwaspadai yaitu dari para pejabat pengendalian penyakit Tiongkok yang mengakui vaksin saat ini menawarkan perlindungan rendah terhadap virus corona. Sedangkan Sinovac banyak dipesandi Indonesia,” paparnya.

Di sisi lain, para Investor juga menanti, data inflasi (CPI) AS yg diprediksi bakal lebih tinggi, terutama setelah data PPI AS akhir pekan lalu dan NFP yang naik di atas ekspektasi. Adapun indeks diprediksi masih menguji support 5.800, sambil mempertimbangkan bagaimana hasil dari rilis data tersebut termasuk risiko-risiko lain seperti geopolitik.

Sementara itu secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, lambatnya recovery ekonomi Indonesia menjadi sebab utama pelemahan indeks. Hal ini tercermin dari rilis data retail sales yang turun 18% secara tahuan pada bulan Februari 2021.

"Saat ini IHSG kami perkirakan masih rawan untuk berlanjut ke area 5.830-5.870, namun demikian tetap waspadai akan adanya level support krusial di 5.735," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

EKONOMI | 12 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#2
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#3
Gibran: 12 Pemudik Dikarantina di Solo

#4
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#5
Viral Video Iring-Iringan Rombongan Jokowi Mudik, Ini Penjelasan Istana

#6
Penentuan 1 Syawal 1442 H, Ini Penjelasan BMKG

#7
Pemudik Motor Tak Terbendung, Penyekatan di Kedungwaringin Bekasi Buka Tutup

#8
Ulama India Imbau Buka Masjid dan Sekolah untuk Pasien Covid-19

#9
4.942 Anak di Sumatera Barat Terpapar Covid-19

#10
Polisi: Teroris MIT Ali Kalora Penggal 2 Warga Sipil di Poso

TERKINI


BOLA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

HIBURAN | 11 Mei 2021

GAYA HIDUP | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021