Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Alibaba Hanya Didenda Ringan, Kekayaan Jack Ma Melonjak Rp 33 Triliun

Selasa, 13 April 2021 | 11:01 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Jack Ma

Beijing, Beritasatu.com- Kekayaan Jack Ma melonjak US$ 2,3 miliar atau Rp 33 triliun setelah Tiongkok memberlakukan denda yang lebih ringan Alibaba. Seperti dilaporkan Bloomberg, Senin (12/4/2021), denda US$ 2,8 miliar (Rp 40 triliun) di Tiongkok tidak separah yang dikhawatirkan beberapa investor.

Tiongkok hanya mendasarkan denda pada 4% dari penjualan domestik Alibaba tahun 2019. Nilai itu jauh lebih kecil dari maksimum 10% yang diizinkan berdasarkan hukum Tiongkok.

Otoritas Tiongkok baru saja memberikan rekor denda antitrust pada Alibaba Group Holding Ltd. Perusahaan itu berterima kasih kepada pemerintah dan investor pun menarik napas lega.

Penerimaan penyimpanan Alibaba Amerika naik 9,3% pada Senin di New York. Kenaikan itu menjadi lompatan terbesar dalam hampir empat tahun.

Bagi Jack Ma, pendiri raksasa e-commerce, kenaikan itu berarti kekayaannya meningkat US$ 2,3 miliar menjadi US$ 52,1 miliar (Rp748 triliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.

Denda US$ 2,8 miliar tidak separah yang ditakuti beberapa investor dan hanya didasarkan pada 4% dari penjualan domestik perusahaan pada tahun 2019, jauh lebih kecil dari maksimum 10% yang diizinkan menurut hukum Tiongkok.

Saat raksasa internet itu harus menyesuaikan cara berbisnis, wakil ketuanya mengatakan regulator tidak akan memaksakan perombakan radikal dari strategi e-niaga dan kepala eksekutifnya menyatakan Alibaba siap untuk melanjutkan.

"Alibaba tidak akan mencapai pertumbuhan kami tanpa regulasi dan layanan pemerintah yang baik, dan pengawasan kritis, toleransi, dan dukungan dari semua konstituen kami sangat penting bagi perkembangan kami. Untuk ini, kami sangat berterima kasih dan hormat," kata perusahaan itu dalam satu surat terbuka.

Hingga tahun lalu, Jack Ma menjadi orang terkaya di Tiongkok. Dia telah kehilangan miliaran sejak regulator negaranya memulai kampanye anti-monopoli. Otoritas Tiongkok menghentikan penawaran umum perdana perusahaan pembayaran Ant Group Co. hanya dua hari sebelum dijadwalkan untuk go public.

Jack Ma sekarang orang terkaya ketiga di Tiongkok setelah Zhong Shanshan dari perusahaan air minum kemasan Nongfu Spring Co. dan Pony Ma dari Tencent Holdings Ltd.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Studi Oracle: Jakarta Menuju Smart City

#2
Menakutkan, Delegasi India di KTT G7 Ternyata Positif Covid-19

#3
Sekolah di Masa Pandemi, Nadiem: Pemerintah Tak Mau Lagi Korbankan Kesehatan Mental Anak

#4
Sempat Berupaya Kabur, Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Sintang

#5
Lawan Kekuatan Tiongkok, AS Usulkan Koordinasi G-7

#6
Tundukkan Real Madrid, Chelsea Pastikan Final Sesama Inggris di Liga Champions

#7
Data Jumlah Harian Penerima Vaksinasi Covid-19 5 Mei 2021

#8
Polisi Tilang Pengemudi Mobil Berpelat Nomor “Kekaisaran Sunda Nusantara”

#9
Kabar Gembira! Eucalyptus Mampu Obati Covid-19

#10
Polisi Akan Selidiki Dugaan Investasi Bodong 212 Mart

TERKINI


EKONOMI | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

POLITIK | 6 Mei 2021

NASIONAL | 6 Mei 2021

KESEHATAN | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

NASIONAL | 6 Mei 2021