Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Wall Street Berguguran karena Saham Teknologi, Nasdaq Hilang 2,5%

Selasa, 11 Mei 2021 | 06:13 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.

New York, Beritasatu.com - Bursa AS di Wall Street berguguran terseret saham teknologi pada perdagangan Senin (10/5/2021) karena investor membuang saham big tech yang sedang terbang tinggi.

Nasdaq Composite turun 2,5% menjadi 13.401,86 karena Microsoft dan Apple masing-masing kehilangan lebih 2%, sedangkan Tesla merosot lebih 6%. Dow memangkas kenaikan dan berbalik negatif dengan cepat di menit-menit terakhir perdagangan setelah naik lebih 300 poin ke rekor tertinggi. Dow mengakhiri sesi turun 34,94 poin, atau melemah 0,1% ke posisi 34.742,82. Sedangkan S&P 500 turun 1% menjadi 4.188,43, dari rekor penutupan tertinggi.

Advertisement

Investor keluar dari saham-saham yang memberi imbal hasil tinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi dan suku bunga lebih tinggi. Facebook turun 4%, sementara Amazon dan Netflix ambles 3%. Alphabet turun lebih 2% setelah Citigroup merevisi penurunan harga. Cathie Wood’s Ark Innovation ETF turun 5% ke level terendah sejak November.

Advertisement

Saham teknologi rally pada Jumat (7/5/2021) setelah laporan pekerjaan April jauh lebih lemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran perubahan kebijakan dari Federal Reserve. Saham teknologi naik di bawah rezim suku bunga rendah selama pandemi.

Adapun utilitas dan kebutuhan pokok konsumen adalah dua kenaikan terbesar pada Senin. Di awal sesi, saham yang paling diuntungkan dari pemulihan ekonomi naik seperti energi, keuangan dan industri, tetapi aksi jual tajam di bidang teknologi membebani sentimen sehingga saham berguguran.

Saham sektor transportasi secara luas dipandang sebagai barometer aktivitas ekonomi global. Rebound pada saham-saham ini menandakan pemulihan yang semakin cepat dari pandemi.

Namun, laporan pekerjaan April menunjukkan bahwa lapangan kerja AS hanya bertambah 266.000 bulan lalu. Angka ini dib awah ekonom yang disurvei Dow Jones 1 juta tambahan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Konsultan Properti Sebut Rocky Gerung Sengaja Beli Tanah Bodong untuk Buat Gaduh

#2
Tukul Arwana Dirawat di RS karena Pendarahan Otak

#3
Operasi Tangkap Tangan KPK di Kolaka Timur, Sejumlah Pihak Diringkus

#4
Ini Aturan Kedatangan dan Kepulangan Peserta PON Papua

#5
Toko Obat Ilegal di Bekasi Digerebek Polisi

#6
Kemhan Lithuania Anjurkan Ponsel Xiaomi dan Huawei Dibuang Saja

#7
Konflik Lahan Rocky Gerung vs Sentul City, Pengamat: BPN Bertanggung Jawab

#8
Pesawat Sempat Gagal Mendarat, Tim Bulutangkis Indonesia Dibuat Tegang

#9
Agar Nilai Pajak Jadi Rp 10 M, Jhonlin Baratama Janjikan Pejabat Ditjen Pajak Rp 50 M

#10
Satgas Nemangkawi Bekuk ASN Pemasok Amunisi KKB

TERKINI


MEGAPOLITAN | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

OLAHRAGA | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

BERITA GRAFIK | 23 September 2021

BERITA GRAFIK | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

DUNIA | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

BERITA GRAFIK | 23 September 2021