Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

OJK: Implementasi Keuangan Berkelanjutan Perlu Perubahan Pola Pikir

Selasa, 15 Juni 2021 | 16:27 WIB
Oleh : Herman / WBP
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam webinar bertajuk “Keuangan Berkelanjutan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Selasa, 15 Juni 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan, untuk mencapai komitmen dan implementasi keuangan berkelanjutan, diperlukan perubahan pola pikir bahwa faktor risiko lingkungan hidup dan sosial merupakan peluang sekaligus tantangan sektor jasa keuangan. Hal ini untuk menciptakan pembiayaan inovatif, sekaligus melakukan transisi dari business as usual ke pendekatan sustainability business.

"Dalam hal ini, peran OJK menjadi sangat penting dan strategis untuk mempercepat implementasi keuangan berkelanjutan, sejalanusaha menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19 di tengah-tengah penerapan digitalisasi perekonomian di seluruh dunia,” kata Wimboh dalam webinar bertajuk “Keuangan Berkelanjutan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Selasa (15/6/2021).

Advertisement

Untuk itu, kolaborasi yang bersifat domestik dan global perlu terus dibangun sesuai arah ke depan yang tengah dibentuk komunitas global, antara lain melalui World Bank, IMF, dan OECD.

“Tentunya banyak sekali inisiatif-inisiatif global di mana Indonesia dapat memberikan kontribusi. Apabila strategi dan kolaborasi telah dilakukan optimal, maka seluruh investasi yang dilakukan akan sepenuhnya mengadopsi dan compliance terhadap investasi hijau, di mana setiap keputusan yang diambil akan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola,” katanya.

Wimboh menyampaikan, OJK telah menerbitkan berbagai regulasi untuk mendukung implementasi keuangan berkelanjutan. Di antaranya POJK Nomor 51/POJK.03/2017 mengenai penerapan keuangan berkelanjutan untuk Lembaga Jasa Keuangan, emiten dan perusahaan publik. Selain itu, POJK No.60/POJK.04/2017 dan KDK No.24/KDK.01/2018 mengenai penerbitan green bond.

Dikatakan Wimboh, para pemangku kepentingan terkait juga telah merespons kebijakan-kebijakan OJK dalam bidang keuangan berkelanjutan antara lain implementasi pembiayaan berkelanjutan di delapan bank peserta pilot project first movers yang dilanjutkan dengan bergabungnya lima bank lain. Selain itu, penyaluran portfolio hijau pada perbankan sekitar Rp 809,75 triliun, penerbitan green bonds PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 500 miliar, peningkatan nilai indeks SRI-Kehati sehingga saat ini telah memiliki dana kelolaan Rp 2,5 triliun dan penerbitan ESG leaders index oleh Bursa Efek Indonesia untuk mewadahi permintaan yang tinggi atas reksadana dan ETF bertema ESG.

"OJK juga telah mengeluarkan insentif untuk mendukung kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) melalui pengecualian batas maksimum pemberian kredit (BMPK) dalam proyek produksi KBL BB, serta keringanan penghitungan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) dan penilaian kualitas kredit dalam pembelian KBL BB oleh konsumen," terangnya.

Ke depan, lanjut Wimboh, OJK telah mengidentifikasi beberapa program dan menjadikan keuangan berkelanjutan sebagai salah satu inisiatif strategis OJK. Antara lain mencakup penyusunan taksonomi sektor hijau yang dapat dijadikan panduan untuk mengembangkan inovasi produk atau jasa keuangan berkelanjutan. Inisiatif ini juga meliputi pemberian insentif dan disinsentif keuangan berkelanjutan, peningkatan capacity building bagi internal maupun eksternal lembaga jasa keuangan, dan pengembangan strategi komunikasi keuangan berkelanjutan.

"Kami optimistis bahwa melalui koordinasi yang baik dalam penyusunan kebijakan dan regulasi, serta kerja sama dari seluruh pihak, maka keuangan berkelanjutan di Indonesia dapat diterapkan dengan optimal untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan dalam Paris Agreement dan 17 tujuan SDG," ujar Wimboh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Wagub DKI Sebut Hoax Hambat Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19

#2
Disuntik Vaksin Nusantara oleh Terawan, Guru SD dari Pedalaman Jambi Terharu

#3
Olimpiade Tokyo: Peringkat Kelima, Lalu Zohri Terhenti di Heat 4 100 Meter

#4
Kejagung: 1 Tersangka Dugaan Korupsi Asabri Meninggal

#5
Update Covid-19: Jumlah Tes Turun Lagi, Kasus Positif Tambah 37.284

#6
Perburuan Emas Olimpiade Tokyo, Lari 100 M hingga Tenis Tunggal Putra

#7
Jadwal Atlet Indonesia di Olimpiade: Anthony Beraksi di Semifinal Bulutangkis

#8
Anies Sebut 546 Orang Sudah Divaksin Meninggal karena Covid-19

#9
Bantah Joe Biden, Wagub Riza Pastikan Jakarta Tak Tenggelam dalam 10 Tahun Mendatang

#10
Data Kasus Positif Covid-19 sampai 31 Juli 2021

TERKINI


NASIONAL | 1 Agustus 2021

KESEHATAN | 1 Agustus 2021

KESEHATAN | 1 Agustus 2021

BOLA | 1 Agustus 2021

EKONOMI | 1 Agustus 2021

DUNIA | 1 Agustus 2021

EKONOMI | 1 Agustus 2021

DUNIA | 1 Agustus 2021

EKONOMI | 1 Agustus 2021

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2021