Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

IHSG Berpotensi Melemah Terbatas, Investor Perlu Perhatikan Skenario Ini

Kamis, 17 Juni 2021 | 09:29 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB
Pekerja melintas di layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan hari ini diproyeksikan melemah terbatas. Adapun level support berada di 5.972, 5.840 dan level resisten berada di 6.230, 6.387.

MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (17/6/2021) menyampaikan, perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 6,078, namun demikian pergerakannya masih berada di atas MA20 dan MA60-nya. Selama IHSG masih berada di atas 5,972, maka diperkirakan koreksi IHSG akan cenderung terbatas.

Advertisement

“Indeks akan menguji area 6.030 terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan koreksinya, maka IHSG berpeluang untuk menguat dan menguji kembali area 6.130-6.200,” jelas MNC Sekuritas.

Berikut Rekomendasi Saham Secara teknikal:

Advertisement

EXCL - Buy on Weakness
Kemarin (16/6), EXCL ditutup menguat cukup signifikan sebesar 6,4% ke level 2,660. Dengan tertembusnya resistance di level 2,630, maka saat ini diperkirakan posisi EXCL sedang membentuk awal wave 3 dari wave (C). Hal ini berarti, EXCL berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 2,570-2,660
Target Price: 2,880, 3,070
Stop loss: below 2,450

PNLF - Buy on Weakness
PNLF ditutup menguat 0,5% ke level 198 pada perdagangan kemarin (16/6) dan diiringi dengan tekanan beli yang cukup besar. Diperkirakan saat ini PNLF sedang membentuk wave 2, yang berarti koreksi PNLF akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali. Penguatan PNLF sendiri akan terkonfirmasi bila mampu menembus resistance di 202.

Buy on Weakness: 188-198
Target Price: 210, 226
Stop loss: below 181

WSBP - Buy on Weakness
Pada perdagangan kemarin (16/6), WSBP ditutup terkoreksi 1,7% ke level 174. Selama WSBP tidak terkoreksi ke bawah 166, maka diperkirakan saat ini posisi WSBP sedang berada di akhir wave 2. Hal ini berarti, koreksi WSBP akan relatif terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat membentuk wave 3.

Buy on Weakness: 169-174
Target Price: 210, 240
Stop loss: below 166

AALI - Sell on Strength
AALI ditutup menguat 1,2% ke level 8,400 pada perdagangan kemarin (16/6). Selama AALI belum mampu menembus resistance di 9,325, maka saat ini posisi AALI sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (B). Hal ini berarti, AALI masih rawan untuk terkoreksi terlebih dahulu ke rentang 7,650-8,000, level ini dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 8,450-8,650



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 22 September 2021

EKONOMI | 22 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Konsultan Properti Sebut Rocky Gerung Sengaja Beli Tanah Bodong untuk Buat Gaduh

#2
Ini Penjelasan Warga Soal Cekcok Pemilik Rumah dengan Sekuriti di Permata Buana

#3
Operasi Tangkap Tangan KPK di Kolaka Timur, Sejumlah Pihak Diringkus

#4
Diisolasi di Sel, Irjen Napoleon Bonaparte Tak Bisa Berinteraksi dengan Tahanan Lain

#5
Luhut Pandjaitan Gugat Perdata Aktivis Haris Azhar dan Fatia Rp 100 Miliar

#6
Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional Tahun 2022

#7
Datangi Polda Metro, Luhut Pandjaitan Laporkan 2 Aktivis terkait Pencemaran Nama Baik

#8
Konflik Lahan Rocky Gerung vs Sentul City, Pengamat: BPN Bertanggung Jawab

#9
Mencengangkan, Ini Harta Milik Bupati Kolaka Timur yang Ditangkap KPK

#10
Di PBB, Biden Menyerukan Kemerdekaan untuk Palestina

TERKINI


NASIONAL | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

KESEHATAN | 23 September 2021

DUNIA | 23 September 2021

BERITA GRAFIK | 23 September 2021

BOLA | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021

EKONOMI | 23 September 2021