Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Waskita Butuh Dukungan INA dalam Pembangunan Infrastruktur

Kamis, 17 Juni 2021 | 12:10 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB
Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto, Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira Norman Hidayat, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono saat mengunjungi Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Selasa (24/11/2020).

Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyatakan peran pemerintah sangat penting dalam mendukung investor atau kontraktor memenuhi pendanaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis nasional demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Director of HCM & System Development Waskita, Hadjar Seti Adji di kegiatan Manulife Aset Manajemen Indonesia–IDX Channel Investment Forum, bertajuk Struktur Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia, Rabu (16/6/2021).

Advertisement

Masalah pendanaan, disebut Hadjar, menjadi tantangan terbesar Waskita dalam pembangunan infrastruktur saat ini. Padahal, potensi yang ada masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, pengembang infrastruktur seperti Waskita akan membutuhkan dukungan pendanaan dengan biaya yang kompetitif.

Menurut dia, Pemerintah dapat memaksimalkan peran Indonesia Investment Authority (INA) dalam pendanaan proyek, baik dalam bentuk ekuitas maupun pinjaman.

"INA yang punya kapasitas pendanaan besar, berpotensi untuk mendanai proyek brownfield maupun greenfield,” jelas Hadjar. Hingga saat ini, Waskita pun tengah berdiskusi dengan INA terkait divestasi ruas tol investasi milik Waskita.

Hadjar mengungkapkan peran Waskita dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur, potensi, dan tantangannya ke depan. Menurutnya, Waskita telah berperan dalam menyelesaikan lebih dari 1.300 km jalan tol sejak 2014.

“Untuk menyelesaikan jalan tol, Waskita mengambil porsi sebagai investor dan kontraktor. Kami mengerjakan lebih dari 25 ruas dengan nilai lebih dari Rp 180 triliun yang sebagian besar sudah beroperasi dan sebagian dalam proses konstruksi,” kata Hadjar dalam keterangan tulisnya.

Selain jalan tol, Waskita juga berkontribusi melalui pembangunan 12 bendungan besar seperti Bendungan Raknamo dan Bendungan Way Sekampung, serta pembangunan transmisi listrik 500 KV yang membentang sepanjang lebih dari 600 km di Pulau Sumatera.

Waskita memanfaatkan pendanaan perbankan dan pasar modal hingga skema pendanaan kreatif untuk mendukung penyelesaian proyek, seperti Pendanaan Infrastruktur Non Anggaran (PINA), sekuritisasi aset, serta divestasi ruas tol.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

EKONOMI | 16 Juni 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#2
Olimpiade Tokyo 2020: Tersingkir, Marcus/Kevin: Kami Mendapat Banyak Tekanan

#3
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#4
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#5
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#6
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Lolos Semifinal, Hendra/Ahsan Jaga Asa Emas

TERKINI


MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

DUNIA | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021