Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kabar Baik! 65% dari Total Utang Waskita Direstrukturisasi

Jumat, 16 Juli 2021 | 20:19 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP
Ilustrasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan sebanyak lima bank kreditur menyetujui restrukturisasi kredit BUMN karya PT Waskita Karya (WSKT) dengan outstanding senilai Rp 19,3 triliun. Nilai ini setara 65% dari total pinjaman Waskita Rp 29,26 triliun kepada seluruh kreditur. Adapun lima kreditor, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJB).

Kesepakatan restrukturisasi tertuang dalam Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan yang ditandatangani Direktur Utama Waskita Karya dan Direktur Utama kelima bank di Jakarta, Jumat (16/7/2021) yang disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi komitmen lima kreditur dan Waskita untuk merestrukturisasi 65% dari total pinjaman. "Restrukturisasi 65% adalah kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan. Walau masih ada 35% lagi yang perlu diperjuangkan, ini menjadi katalis untuk mempercepat pulihnya Waskita Karya baik secara keuangan maupun bisnis. Selain itu, meningkatkan keyakinan dan optimisme dari kreditur lain dan para mitra kerja,” ujar Erick dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Adapun langkah restrukturisasi merupakan upaya pemulihan kondisi keuangan Waskita Karya yang kini memasuki fase baru setelah lima kreditur menyetujui restrukturisasi.

Erick mencontohkan pemulihan dan penyehatan di beberapa BUMN setelah restrukturisasi dan transformasi total, yakni PT Krakatau Steel dan PTPN, yang dibarengi terobosan sesuai roadmap. “Saya minta ini ditindaklanjuti dengan melanjutkan proses restrukturisasi, perbaiki landasan GCG, lakukan efisiensi dan transformasi besar-besaran, refocusing, dan jalankan divestasi aset-aset yang diperlukan. Yang penting, perbaikan jangan hanya dari sisi keuangan, tapi juga dari sisi manajemen,” tutur Erick.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, kesepakatan dengan lima kreditur akan menjadi momentum sekaligus langkah baru untuk perbaikan kondisi keuangan serta kinerja operasional Waskita. “Kami berharap agar kreditur lain juga segera menyepakati dan mendukung proses restrukturisasi Waskita. Besar harapan kami bahwa implementasi dari perjanjian ini dapat segera dilaksanakan,” ujar Destiawan.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan pentingnya restrukturisasi untuk sektor infrastruktur. Pasalnnya resttrukturisasi merupakan komitmen BNI mendukung proses transformasi bisnis Waskita Karya yang banyak menjalankan proyek strategis infrastruktur nasional. “Multiplier effect-nya sangat besar, salah satunya penyerapan tenaga kerja. Kami harap kesepakatan ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi yang tengah berjuang untuk bangkit di tengah pandemi,” jelas Royke.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, kesepakatan ini merupakan realisasi komitmen Bank Mandiri bersama Himbunan Bank Negara (Himbara) untuk mendukung kebutuhan Waskita Karya, serta menjaga agar ekosistem sektor konstruksi tetap kondusif guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional.

Hal senada disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso yang menyampaikan, kesepakatan ini dapat jadi momentum positif dan perlu dilakukan agar Waskita Karya dapat terus melanjutkan operasinya tanpa beban yang dapat menghambat transformasi bisnis dan keuangannya.

Sementara Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi, mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan wujud sinergi perbankan untuk mendukung Waskita Karya dalam membangun infrastruktur di Tanah Air.

Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB Nancy Adistyasari mengungkapkan, Bank BJB telah menyepakati poin-poin dalam restrukturisasi yang akan dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama kreditur lainnya. “Langkah ini akan sangat membantu waskita karya dalam memulihkan kembali kondisi keuangan usahanya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Waskita Karya merupakan salah satu agen pembangunan yang memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai pembangunan proyek strategis nasional, termasuk 22 proyek jalan tol, seperti tol Trans Jawa,Trans Sumatera serta tol dalam kota Jabodetabek dan Surabaya kemudian pembangunan transmisi, bendungan, fasilitas kereta api, bandar udara, dan pelabuhan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Aturan Kedatangan dan Kepulangan Peserta PON Papua

#2
BPN Bogor: SHGB Sentul City Asli

#3
Kemendikbudristek-DPR Bersepakat Tunda Pengumuman Hasil Seleksi P3K Guru

#4
Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polri: Kasusnya Sangat Kompleks

#5
Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

#6
Satgas Minta Hentikan PTM di Sekolah yang Ditemukan Kasus Covid-19

#7
Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

#8
Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

#9
PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

#10
Jessica Widjaja Jadi Pembicara Kerja Sama Asosiasi Parlemen Eropa dan W20 G20

TERKINI


EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

KESEHATAN | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021