Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Harus Diketahui Sumber Dananya

Rabu, 28 Juli 2021 | 12:02 WIB
Oleh : Herman / FMB
Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Piter Abdullah dalam webinar “Mencari Solusi Penanganan Pinjaman Online Ilegal” yang digelar Majalah Investor, Senin, 21 Juni 2021.

Jakarta, Beritasatu.com – Sumbangan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) sebesar Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio rencananya akan ditransfer kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Dengan jumlah uang sebesar itu, seperti apa aturannya?

Direktur Riset Core (Center of Reform on Economics) Indonesia Piter Abdullah menyampaikan, memang ada persyaratan khusus bila ingin melakukan transfer uang dalam jumlah besar hingga Rp 2 triliun, di mana bank akan mengecek dari mana sumber uang tersebut. Dalam hal ini berlaku ketentuan Know Your Customer (KYC) untuk memastikan tidak terjadi money laundering atau pencucian uang.

Advertisement

“Jadi, sumber uangnya harus diketahui persis dari mana. Kalau tidak diketahui, bank tidak akan mau. Walaupun punya uang, misalnya uangnya dari luar negeri yang tidak jelas, bank tidak akan mau. Tetapi sejauh bank meyakini uang tersebut dari sumber yang benar, bukan money laundering, bank akan mentransfer,” kata Piter Abdullah kepada Beritasatu.com, Rabu (28/7/2021).

Selain proses transfer, Piter juga menyoroti ketentuan terkait uang yang akan ditransfer ke rekening Kapolda Sumsel. Sebab dalam ketentuan KPK, Kapolda tidak boleh menerima uang.

“Seharusnya memang bukan ke rekening Kapolda, bukan ke rekening Polda, tetapi dibuat rekening khusus untuk menampung dana sumbangan tersebut. Untuk menjaga good governance, juga perlu dibentuk tim khusus dalam pemanfaatan dana ini agar benar-benar transparan. Kapolda juga harus menyampaikan rencana dan realisasi bantuan tersebut,” kata Piter.

Langkah keluarga almarhum Akidi Tio yang menyumbang hingga Rp 2 triliun juga dipuji Piter. Menurutnya hal ini menunjukkan sikap ikhlas yang besar dan selayaknya bisa dicontoh oleh pengusaha-pengusaha lain.

“Ini sesuatu yang sangat luar biasa yang harus menjadi pengingat kita. Ini bukan masalah agama atau suku. Yang menyumbang ini kan orang Tiongkok yang selalu dianggap hanya mencari uang saja di Indonesia, selalu dinomorduakan dan dianggap minoritas. Namun mereka menunjukkan kalau mereka punya empati. Keluarga Pak Tio menunjukkan bahwa orang yang paling mulia di antara kita adalah yang berguna bagi orang lain,” kata Piter.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Warga Bogor Sebut Rocky Gerung Tempati Lahan Garapan Kebun Singkong

#2
Status Lahan Sengketa Rocky Gerung dengan Sentul City Tak Tercatat di Desa

#3
Besok, KPK Jadwalkan Periksa Anies dan Prasetio Edi Soal Korupsi Tanah Munjul

#4
Warga Senasib Rocky Gerung Mengaku Tertipu Beli Lahan di Bogor

#5
Anak-anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan ke Mal

#6
Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Ketua Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia

#7
Jokowi Beri Bantuan Rp 100 Juta untuk Mantan Ratu Bulutangkis Indonesia yang Sakit Kanker

#8
Operasi Patuh Jaya, Satlantas Polrestro Bekasi Kota Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

#9
Vaksinasi Covid-19 Tembus 100 Juta, World Bank Apresiasi Indonesia

#10
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 2 Pekan, Luhut: Tak Ada Perubahan Drastis

TERKINI


NASIONAL | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

DUNIA | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021

NASIONAL | 21 September 2021

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

DUNIA | 21 September 2021

EKONOMI | 21 September 2021