Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 116,6 Triliun

Kamis, 29 Juli 2021 | 23:11 WIB
Oleh : Gita Rossiana / EHD
Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 116,6 triliun hingga 27 Juli 2021. Nilai ini meningkat 211% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo menjelaskan, penghimpunan dana itu berasal dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan penawaran umum lainnya.

Advertisement

"Khusus untuk IPO, sudah ada 27 emiten baru yang menghimpun dana dari pasar modal," ujar Anto dalam keterangan resmi, Kamis (29/7/2021).

Nilai penghimpunan dana ini diprediksi akan lebih meningkat. Pasalnya, masih ada 86 emiten yang akan melakukan proses penawaran umum dengan nilai Rp 54,2 triliun.

Advertisement

Sementara dari perkembangan pasar, Anto menilai pasar keuangan domestik masih terjaga stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 23 Juli mencapai 6.102 atau bertumbuh 1,9% dari akhir Juni 2021. Modal asing tercatat masuk (net buy) sebesar Rp 2,02 triliun ke pasar saham.

Sementara pasar surat berharga negara (SBN) menguat dengan rerata yield SBN menurun 13,5 basis poin (bps) di seluruh tenor. Namun penguatan ini tidak diimbangi dengan arus modal asing yang tercatat keluar (net sell) sebesar Rp 11,73 triliun.

Secara umum, OJK melihat indikator ekonomi menunjukkan pemulihan hingga Juni 2021. Meski demikian, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena Pemberlakuan Pembatasan (PPKM) darurat yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan.

Sementara itu, OJK mendukung program Pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi masyarakat dengan membuka sentra-sentra vaksin Covid-19 di berbagai daerah bekerjasama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kemenkes dengan target 10 juta vaksin hingga Desember.

Percepatan vaksinasi diyakini menjadi kunci utama untuk membangun imunitas komunal sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan perekonomian kembali bergerak.

OJK juga mencatat, pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut terutama di negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan mobilitas yang mulai kembali ke level pra pandemi.

Selain itu, kebijakan moneter negara utama dunia diperkirakan masih akomodatif sehingga mampu menurunkan risiko likuiditas di pasar keuangan global.

Tahun ini, OJK menargetkan nilai penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum sebesar Rp 150-180 triliun. Nilai ini meningkat 26-52% dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 118,7 triliun.

"Penghimpunan dana tersebut bisa diperoleh dengan melihat realisasi yang sudah dicapai dan yang masih berada dalam pipeline," jelas Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Wimboh melihat sejauh ini, nilai penawaran umum terbesar masih didominasi oleh sektor keuangan sebesar 48,6%, infrastruktur 16,3%, industri dasar 21,2%, serta sektor kesehatan 2,4%. Sedangkan sektor properti dan real estate 3,9%, sektor teknologi 1,5% dan lainnya.

Adapun tujuan penggunaan dana sebesar 39,14% digunakan untuk modal kerja, 18,49% untuk pembayaran utang, ekspansi 17,67%, akuisisi 1,25%, penyertaan modal 3,13% dan lain-lain sebesar 19,71%.

Sementara hingga 28 Juli 2021, nilai penggalangan dana dari 27 IPO saham mencapai Rp 7,66 triliun atau meningkat 99,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,84 triliun.

Sementara yang berada di pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI), ada 26 perusahaan yang akan melakukan IPO saham dengan 21 perusahaan diantaranya adalah perusahaan berskala aset besar dan menengah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#10
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

TERKINI


DUNIA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

HIBURAN | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021