Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Lion Air Group Rumahkan 8.000 Karyawan

Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:31 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / BW
Ilustrasi Lion Air.

Jakarta, Beritasatu.com - Lion Air Group akan merumahkan hingga sekitar 8.000 karyawan. Kebijakan tersebut bukan merupakan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan, status tidak PHK, menurut beban kerja di unit masing-masing, yaitu kurang lebih persentase 25%-35% karyawan dari 23.000 karyawan," kata Corporate Communications Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi, Sabtu (31/7/2021).

Dia menambahkan, selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual sesuai dengan bagian masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"Keputusan berat tersebut diambil bertujuan utama sebagai konsentrasi efektif dan efisien, sejalan mempertahankan bisnis yang berkesinambungan dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran, dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal dari dampak pandemi Covid-19," ungkap Danang.

Lion Air Group, ungkap Danang, masih terus memantau, mengumpulkan data dan informasi. Kemudian, mempelajari situasi yang terjadi, seiring mempersiapkan rancangan penyusunan cetak biru dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan, sekaligus meminimalisasi beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19.

Danang mengatakan, Lion Air Group tetap beroperasi secara bertahap, 10-15% dari kapasitas normal. Sebelum pandemi Covid-19, rata-rata 1.400 penerbangan per hari.

"Kondisi pendapatan sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi, terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar, Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan. Skema pemulihan ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat," sebut Danang.

Kondisi pasar dan jumlah penumpang yang mengalami penurunan, lanjut Danang, sehingga mengakibatkan jumlah frekuensi terbang faktanya juga menurun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Aturan Kedatangan dan Kepulangan Peserta PON Papua

#2
BPN Bogor: SHGB Sentul City Asli

#3
Kemendikbudristek-DPR Bersepakat Tunda Pengumuman Hasil Seleksi P3K Guru

#4
Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polri: Kasusnya Sangat Kompleks

#5
Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

#6
Satgas Minta Hentikan PTM di Sekolah yang Ditemukan Kasus Covid-19

#7
Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

#8
Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

#9
PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

#10
Jessica Widjaja Jadi Pembicara Kerja Sama Asosiasi Parlemen Eropa dan W20 G20

TERKINI


KESEHATAN | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

KESEHATAN | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021