Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Ekonomi Indef Sebut APBN Memiliki Masalah Berat dan Sakit

Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:56 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP
Ilustrasi rupiah.

Jakarta, Beritasatu.com-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki masalah yang berat dan sakit di tengah pandemi Covid-19. Hal itu dungkapkan ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini.

Ia menjelaskan bahwa di masa pandemi APBN digenjot besar-besaran. Dampaknya akan defisit dan utang pemerintah makin bertambah. “Masalah berat, ketika APBN digenjot, maka utang dan defisit juga besar, tetapi dampak ke ekonomi tidak akan lebih besar daripada negara-negara lain yang dapat mengendalikan APBN,” tuturnya dalam diskusi, Minggu (1/8/2021).

Menurutnya masalah yang kini dihadapi keuangan negara yakni selisih antara besarnya pengeluaran dan penerimaan pemerintah, atau defisit primer. Hal ini diperburuk dengan utang negara, penyerapan anggaran daerah yang masih rendah serta penyertaan modal negara (PMN).

Di sisi lain, masalah defisit anggaran setiap tahun semakin meningkat dari sebelum pandemi 2019 hingga saat ini. Untuk tahun ini defisit anggaran dipatok 5,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp 1.006,4 triliun. Didik mengkhawatirkan defisit yang melebar akan menjadi beban pemerintahan di periode selanjutnya.

“Jadi kondisi APBN berat dan sakit, problemnya masalah defisit perdagangan dan nilai tukar rupiah bermasalah, nanti tingkat kepercayaan publik atau investor bermasalah juga, termasuk kepercayaan pemberantasan Covid-19,” imbuhnya.

Adapun pemerintah telah menggelontorkan anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 744,75 triliun. Namun kata Didik, anggaran tersebut belum optimal menekan kasus corona di Indonesia. Justru yang terjadi sebaliknya, kasus melonjak dibandingkan negara lain di dunia.

“Anggaran PEN naik, sekarang hasilnya apa? Covid-19 juara dunia, pertumbuhan ekonomi tetap sangat rendah, mengapa? Hanya sekedar ekspansi, pokoknya dalam keadaan krisis di genjot (APBN) habis-habisan utang dan itu hanya jadi perburuan rente luar biasa besar itu jadi problem dalam pengambilan keputusan,” tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#3
Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

#4
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#5
Lamongan Dipilih Jadi Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem Nasional

#6
Dua Ormas Bentrok di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Satu Tewas

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#9
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

#10
Luhut Jalani Pemeriksaan Terkait Laporannya soal Pencemaran Nama Baik

TERKINI


OLAHRAGA | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021