Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Holding Ultra Mikro Akan Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 4 Agustus 2021 | 09:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Pekerja sedang menyelesaikan pembuatan batako di Ciampea, Bogor, Selasa (13/7/2021).

Jakarta, Beritasatu.com- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah menyetujui rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Besarnya jumlah dana kelola holding tersebut, diharapkan bisa mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi naik kelas.

Penambahan modal ini merupakan bagian dari pembentukan holding BUMN ultra mikro bersama PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Advertisement

“Naik kelasnya usaha mikro ke usaha kecil dan ke usaha menengah saya kira secara tidak langsung juga bisa mengisi gap usaha menengah yang proporsinya terhadap total usaha di Indonesia masih relatif kecil. Dengan naik ke kelas menengah ada dampak tidak langsung yang bisa diberikan ke perekonomian,” ujar ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, Senin (2/8/2021).

Namun, Yusuf mengingatkan, untuk menaikkan kelas usaha mikro ini juga diperlukan upaya-upaya lainnya. Holding merupakan salah satu caranya. Diperlukan juga revitalisasi pada masing-masing institusi agar dapat mengejar target ini. “Toh masing-masing institusi tersebut sudah punya market tersendiri,” ucapnya.

Advertisement

Menurut Yusuf, BRI merupakan lembaga bank terbesar yang juga fokus terhadap pembiayaan usaha mikro memiliki potensi perluasan pembiayaan yang lebih besar. Sementara Pegadaian dan PNM mempunyai kekhususan peran dan kapasitas masing-masing yang selama ini dijalaninya.

“Pegadaian, kita tahu sebenarnya hadir untuk memberikan likuiditas jangka pendek bagi masyarakat yang membutuhkan, sementara PNM melayani perusahaan yang relatif baru dan belum memiliki akses terhadap perbankan sehingga memerlukan jasa modal ventura,” ungkapnya.

Senada dengan Yusuf, Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan, pasar pembiayaan segmen mikro masih terbuka lebar. Saat ini, sebanyak 91,3 juta orang Indonesia yang sebagian merupakan pengusaha mikro masih unbankable atau tidak mendapat layanan lembaga keuangan formal. “Holding BUMN ultra mikro akan bergantung pada pemanfaatan dana right issue," ujarnya, Senin (2/8).

Diharapkan, dana hasil right issue bisa mengalir sepenuhnya untuk pembiayaan mikro yang murah. Agenda korporasi BUMN yang terlibat dalam holding ini, yakni BRI, Pegadaian, dan PNM bisa saling menunjang.

Menurut Bhima jika seluruh hasil right issue digunakan untuk memberdayakan usaha ultra mikro maka akan sangat berimbas pada penyerapan tenaga kerja. Serapan tenaga kerja dan rasio wirausaha akan meningkat. Selama masa pandemi ada 19 juta tenaga kerja yang terdampak, sebagian terpaksa menjadi pengusaha mikro agar bertahan. “Jadi support pendanaan sangat penting agar mereka bisa bertahan," katanya menegaskan.

Bhima mengatakan ada pula manfaat scale up. Diharapkan pembiayaan ini meningkatkan kemampuan usaha pelaku mikro. Dengan begitu usaha mikro tidak terus menerus dominan dalam UMKM yang besarannya mencapai 90% dari total usaha.

"Harapannya satu tahun mendapat pembiayaan ultra mikro, kemudian menjadi usaha kecil dan seterusnya naik kelas lepas dari kategori UMKM,” ujarnya.

Bhima juga menjelaskan holding ultra mikro berdampak terhadap digitalisasi pembiayaan. Hanya saja diperlukan integrasi dari sisi logistik, bahan baku sampai digitalisasi pemasaran.

“Jika BRI bisa mendorong integrasi layanan dan kolaborasi dengan pemain digital lain maka bisa melengkapi ambisi mendorong scale up usaha mikro dan ultra mikro,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#10
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

TERKINI


OLAHRAGA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

GAYA HIDUP | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021