Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Juni 2021, Okupansi Hunian TOD Adhi Commuter Properti Tembus 3.500 Unit

Kamis, 16 September 2021 | 19:53 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB
PT Adhi Commuter Properti, yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, telah menyelesaikan tahapan pembangunan struktur utama Tower Sapphire Cisauk Point di Cisauk, Tangerang.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyampaikan total keterisian atau okupansi hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi atau berkonsep transit oriented development (TOD) hingga Juni 2021 telah mencapai 55% atau setara 3.500 unit dari 12 proyek yang dikembangkan.

"Kami sampaikan, total keterisian atau okupansi TOD sampai Juni 2021 dari total 12 proyek sudah hampir 55% atau setara 3.500 unit," ucap Direktur Keuangan Adhi Commuter Properti Mochammad Yusuf dalam media gathering, Kamis (16/9).

Sedangkan untuk office, Yusuf menyebut, saat ini sudah mencapai 650 yang diserahterimakan. Begitu juga dengan area komersial yang hampir 650 sudah terisi. Namun, dari sisi pendapatan masih dalam proses pembangunan.

Di samping itu, Adhi Properti juga berencana mengembangkan proyek baru di Cikunir sekitar 4.400 unit dan di Pancoran.
Direktur Marketing Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza memperkirakan, total revenue dari pengembangan yang dikerjakan perusahaan mencapai Rp 52 triliun termasuk beberapa pengembangan baru di Cikunir dan pengembangan yang lain.

"Pertama yang sudah diserahterimakan seperti di RSP pada tahap pertama sebanyak 1.600 unit atau sekitar 20%. Tapi secara penjualan sudah hampir 40% lebih. Ini volumenya cukup besar tapi secara bertahap, kami sudah bisa menyerahterimakan kepada konsumen," terang Hanif.

Pada akhir tahun ini, lanjut Indra, ACP juga akan menyerahterimakan hunian di Cisauk yang hingga saat ini marketing salesnya sudah mencapai 94%. Selanjutnya, LRT City Jatibening GWP sebanyak 891 unit yang juga dalam proses serah terima dan secara marketing sales sudah mencapai 60% lebih.

"Kami yakin, beberapa lokasi baru dengan adanya rencana operasional secara komersial LRT pada pertengahan 2022 nanti akan membantu proses penjualan. Saat ini penjualan kami masih bagus di atas rata-rata terhadap pelaku usaha properti lain," tutur Indra.

Berdasarkan laporan per Juni 2021, total ketersediaan lahan yang dimiliki ACP telah mencapai 146 ha dan sampai akhir 2021 diproyeksikan mencapai 160 ha di mana beberapa lokasi saat ini tengah dilakukan finalisasi.

"Kami sudah memiliki kesepakatan dengan pemilik lahan. Namun, belum bisa diproses karena kita harus mendapatkan approval dulu. Tahun ini, kita juga ingin memperkuat portfolio dalam pengembangan landed development yang berbasis transportasi," imbuh Indra.

Menurutnya, proses serah terima dan kinerja properti saat ini dipengaruhi oleh penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, 72, dan 73 tentang persyaratan beralihnya risiko dalam bentuk hand over bangunan.

Untuk itu, dalam rencana jangka panjang, ACP telah menysusun beberapa tahapan yang mana pada tahap tertentu, ACP akan menyerahterimakan tower kedua LRT City Bekasi dan Jatibening untuk memastikan kinerja perusahaan terus tumbuh dan berkembangan ke depannya.

Pasalnya, secara over all ACP melakukan serah terima tower sekitar 3 sampai 4 per tahun. Hal ini sekaligus menjadi strategi perusahaan dalam menyikapi PSAK 71, 72, dan 73.

"Ahamdulilah, kita sudah hand over 4 tower pada tahun ini salah satunya di Cisauk, kemudian Adhi City. Tahun depan, masih ada beberapa proyek yang mulai kita hand over terutama proyek-proyek yang kita canangkan untuk topping off (konstruksi) pada tahun ini salah satunya adalah LRT Ciracas," jelasnya.

Direktur Utama ACP Rizkan Firman menargetkan, marketing sales on year tumbuh 300% dan sampai akhir 2021 tumbuh sekitar 650 dibandingkan tahun lalu.

"Jadi, sampai semester 1 2020 kontribusi properti masih di 10% sampai 15%. Jadi ke depan, tentu saja dengan pertumbuhan tersebut, kami merencanakan tumbuh 20% sampai 25% karena dari sisi konslidasi Adhi terbesar masih dari konstruksi," tutup Rizkan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#4
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#9
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

#10
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

TERKINI


EKONOMI | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021