Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Intan Fauzi: Saatnya Para Pelaku Usaha Ultra Mikro Dibantu

Rabu, 22 September 2021 | 22:38 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Intan Fauzi

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Intan Fauzi menyampaikan pandangannya terkait progres pembentukan holding ultra mikro (UMi) dalam rapat kerja dengan Kementerian BUMN dan tiga entitas UMi. Intan berharap ada bantuan untuk para pelaku usaha ultra mikro.

“Sudah saatnya para pelaku usaha ultra mikro dibantu. Holding UMi ini harus bisa menyasar lapisan bawah yang selama ini tidak terfasilitasi oleh perbankan,” kata Intan di ruang rapat Komisi VI, gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri BUMN II Kartika Widjoatmodjo, Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso, Dirut PT. Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, dan Dirut PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Arief Mulyadi.

Intan mendukung penuh atas rencana pembentukan BUMN sektor UMi-UMKM. “Saya tentu sangat mendukung ini karena tujuannya menghimpun potensi ultra mikro yang sangat besar di Indonesia,” ucap Intan.

Dari data yang ada saat ini, menurutnya, usaha ultra mikro belum banyak terbantu. Dikatakan, selama ini para pelaku usaha ultra mikro meminjam dana dari rentenir, pinjaman online atau pinjol dan sebagainya.

“Mayoritas rakyat kita adalah pelaku usaha dengan modal sangat kecil atau bahkan tanpa modal serta sulit mendapatkan akses lembaga keuangan formal, ini pekerjaan rumah yang besar bagi kita,” tutur Intan.

Dari data yang ada, 46 juta pelaku usaha UMi masih membutuhkan dana tambahan. Perinciannya, hanya 20 juta yang dapat dilayani oleh lembaga keuangan formal dan 12 juta dilayani oleh rentenir dan keluarga atau kerabat, serta 14 juta lainnya tidak mendapatkan akses pendanaan.

Kembali ke soal pembentukan Holding UMi, Intan menekankan agar sinergisitas tiga BUMN yang tergabung dalam Holding UMi dapat lebih fleksibel untuk bisa diakses oleh pelaku usaha ultra mikro. Dengan begitu dapat membantu usaha rakyat kecil. Apalagi, kata Intan, banyak yang usahanya jatuh di saat pandemi.

“Tentu kita harapkan lebih fleksibel misalnya akses kredit karena pada umumnya pelaku ultra mikro dianggap tidak bankable untuk prosedur pendanaan formal. Suku bunga kredit harus sangat rendah bagi mereka, sehingga terjangkau. Dengan jaringan BRI yang sudah ada sampai ke desa dan kampung dapat menjangkau usaha kecil secara luas,” demikian Alumnus Nottingham University ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Bersihkan Tangan untuk Cegah Penyakit

#2
Losmen Bu Broto Tayang di Bioskop Pertengahan November

#3
Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

#4
Penyelam Temukan Pedang Tentara Perang Salib Berusia 900 Tahun di Laut Israel

#5
Masih Dibahas, Syarat Perjalanan Pesawat Domestik Belum Berubah

#6
Anies Merasa Aneh PDIP dan PSI DKI Interpelasi Formula E

#7
Deklarator Anies: Keluarga Besar Saya di Sulawesi Iri dengan Warga Jakarta

#8
Dinilai Berhasil Pimpin Jakarta, Anies Baswedan Dideklarasikan Jadi Capres 2024

#9
Tangkap 2 Kader Golkar, KPK Tegaskan Tak Berpolitik

#10
Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

TERKINI


MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021