Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Bank Banten Apresiasi Rencana Pemisahan Perseroan dari BGD

Senin, 27 September 2021 | 19:03 WIB
Oleh : JNS
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Banten Global Development (BGD) yang digelar di ruang Rapat Aula Setda KP3B, Curug Kota Serang, di Serang, Jumat 24 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) mengapresiasi rencana pemisahan perseroan dari PT Banten Global Development (BGD).

Dengan Bank Banten menjadi BUMD baru, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan langsung menjadi pemegang saham penuh dan tidak lagi melalui PT BGD. Sebelumnya, Pemprov Banten telah menyetujui pemisahan antara Bank Banten dan PT BGD. Pembahasan itu digelar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang digelar di ruang rapat Aula Setda KP3B, Curug Kota Serang, di Serang, Jumat (24/9/2021).

“Perseroan mendukung rencana Pemprov Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir. Insya Allah kinerja Bank Banten akan lebih baik setelah pisah dari PT BGD. Pemisahan ini kami yakini membuka ruang seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Banten untuk menempatkan dana, bahkan mengambil porsi kepemilikan di Bank Banten," ungkap Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/9/2021).

Meski demikain, lanjut Agus, proses pemisahan ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

"Sebab secara administrasi, harus ada beberapa tahapan yang dilalui termasuk pembuatan Peraturan Daerah (Perda) pemisahan. Semoga proses berjalan dengan baik, dan performa perusahaan kian terakselerasi. Sehingga, mimpi untuk menjadikan Bank Banten sebagai salah satu BUMD yang menyumbang PAD bagi Provinsi Banten dapat terealisasi,” tutur Agus.

Sementara itu, Komisaris Utama PT BGD Ayip Muflikh menuturkan, PT BGD selaku induk perusahaan BB telah lama menginginkan agar BB terpisah dengan tujuan agar lebih berkembang lagi.

"Sejak tahun 2017, setelah jajaran direksi dan komisaris yang baru terbentuk, kami telah berkirim surat kepada Pemprov agar BB ini terpisah dari kami," jelasnya.

Turut hadir dalam RUPS LB tersebut perwakilan pemegang saham pengendali terakhir (PSPT) Plt Sekda Banten Muhtarom, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Banten, Ahmad Syaukani. Sementara dari PT BGD yakni, Ahmad Fathoni Segia (Plt. Direktur Utama) Entis Kusnendar (Direktur), Ayip Muflikh (Komisaris Utama), Razid Chaniago (Komisaris), dan Koesnan A Halim (Komisaris).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#4
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

#9
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#10
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

TERKINI


EKONOMI | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

OLAHRAGA | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021