Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

BI Proyeksikan Ekonomi Jakarta Tumbuh Hingga 4,4% di 2021

Senin, 27 September 2021 | 21:18 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FFS
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Agustus 2021, Jakarta, Senin, 27 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.comBank Indonesia (BI) memproyeksikan laju perekonomian DKI Jakarta sepanjang 2021 ini akan bertumbuh sekitar 3,6 hingga 4,4%. Pertumbuhan ekonomi Jakarta ini didorong pemulihan ekonomi nasional, penyediaan vaksinasi Covid-19 dan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota yang terus berlanjut.

“Seiring dengan perbaikan ekonomi nasional, penyediaan vaksinasi Covid-19 dan selanjutnya pembangunan infrastruktur Jakarta, maka ekonomi Jakarta pada tahun 2021 diproyeksikan membaik sekitar 3,6 hingga 4,4%,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian DKI Jakarta Agustus 2021, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Onny menerangkan secara historis, mulai dari 2015 hingga 2019, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta berada di angka rata-rata 5,98%. Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan perekonomian nasional.

Namun seiring dengan adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020, perekonomian DKI Jakarta pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 2,36% year on year (yoy), lebih dalam dari kontraksi perekonomian nasional minus 2,07% yoy.

“Babak baru pada triwulan II/2021, perekonomian Jakarta tumbuh positif 10,91% (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang masih terkontraksi positif 1,91% (yoy),” ujar Onny Widjanarko.

Pertumbuhan perekonomian Jakarta didukung seluruh komponen pengeluaran, di antaranya konsumsi rumah tangga tumbuh sekitar 8,49%. Tumbuhnya konsumsi rumah tangga, menurut Onny dikarenakan adanya Hari Raya Idul Fitri, pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN) di tengah penerapan PPKM DKI Jakarta yang masih berlangsung, sebagai upaya pengendalian Covid-19.

“Konsumsi pemerintah pada triwulan II/2021 secara tahunan juga tumbuh sekitar 23,59% dan ini bersumber dari peningkatan realisasi belanja barang dan pegawai,” terang Onny Widjanarko.

Investasi juga tumbuh sebesar 5,36%, kata Onny, dikarenakan belanja modal kementerian dan lembaga di Jakarta serta APBD meningkat semua. Seiring dengan berlanjutnya proyek strategis nasional di DKI Jakarta.

“Jadi proyek strategis nasional punya sumbangan terhadap meningkatnya investasi,” jelas Onny Widjanarko.

Ekspor di Jakarta tumbuh 22,79% dengan meningkatkan ekspor beberapa komoditas utama, di antaranya produk kimia, lemak dan minyak hewan nabati, dan produk perhiasan, karena meningkatnya permintaan global. Impor juga tumbuh 22,81% yang bersumber dari pertumbuhan positif kebutuhan barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di DKI berada dalam zona positif, Onny berharap adanya optimalisasi kinerja industri di antaranya pergudangan, perdagangan besar, dan eceran, termasuk e-commerce, karena memiliki potensi besar mendongkrak perekonomian.

"Sektor lainnya yang menopang pertumbuhan ekonomi di Jakarta adalah, industri komunikasi, jasa keuangan, dan konstruksi,” papar Onny Widjanarko.

Jika dilihat dari lapangan usaha, perbaikan ekonomi di Jakarta dapat dilihat dari industri pengolahan, perdagangan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan konstruksi. Semua sektor itu disebut tumbuh. Kinerja industri pengolahan pada triwulan II tumbuh 25,28% yoy yang terkonfirmasi dari peningkatan produksi mobil dan penggunaan listrik.

Begitu juga dengan kinerja perdagangan besar dan eceran turut membaik. Di dalamnya termasuk reparasi mobil dan sepeda motor. Sektor industri ini disebut tumbuh sebesar 13,48%.

"Pertumbuhan sektor tersebut tidak hanya bersumber dari peningkatan penjualan kendaraan bermotor seiring dengan kebijakan relaksasi PPnBM, namun juga dari perbaikan perdagangan eceran, baik secara online maupun offline,” ungkap Onny Widjanarko.

Lebih lanjut, Onny memaparkan pada Agustus 2021, Jakarta mengalami inflasi setelah dua bulan sebelumnya deflasi. Onny melihat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) DKI Jakarta sampai dengan Agustus 2021, menunjukan sedikit peningkatan. Namun peningkatan itu masih lebih rendah dibandingkan tahun 2020.

"Ini mengindikasikan bahwa permintaan masyarakat sedikit membaik,” tutur Onny Widjanarko.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#4
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#9
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

#10
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

TERKINI


EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 25 Oktober 2021