Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Hilangkan Kemiskinan Ekstrem, Kemenaker Lakukan Dua Strategi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:25 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyampaikan sambutan pada acara Expo Program Perluasan Kesempatan di Sentani, Jayapura, Jumat (15/10/2021).

Jayapura, Beritasatu.com – Untuk menghilangkan kemiskinan yang ekstrem di tujuh provinsi di Tanah Air, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan melakukan dua strategi.

Pertama, perluasan kesempatan kerja. "Intervensi yang dilakukan Kemenaker adalah melaksanakan program-program perluasan kesempatan kerja, yang tidak hanya di Jawa, program perluasan kesempatan kerja dilakukan dari Sabang sampai Merauke," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat menyampaikan sambutan pada acara "Expo Program Perluasan Kesempatan" di Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021).

Advertisement

Ida menjelaskan, perluasan kesempatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan/atau mengembangkan lapangan pekerjaan yang tersedia.

Program ini dinilai Menaker tepat untuk membantu menanggulangi kemiskinan ekstrem, termasuk di Papua dan Papua Barat.

"Program perluasan kesempatan kerja juga memberikan kesempatan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat, untuk sama-sama memitigasi dampak pandemi Covid-19 ini dengan berbagai program kegiatan, antara lain program pemberdayaan tenaga kerja mandiri dan padat karya," jelas Menaker Ida.

Kedua, program peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Melalui peningkatan kompetensi, diharapkan masyarakat dapat masuk ke pasar kerja atau berwirausaha.

"Harapannya dengan dua intervensi yang kami lakukan ini berkontribusi secara pasti untuk menurunkan kemiskinan di Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Menaker Ida juga menyerahkan bantuan program Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker tahun 2020 dan 2021 untuk wilayah Papua, meliputi bantuan tenaga kerja mandiri (TKM) pemula sebanyak 61 paket untuk tahun 2020 dan 36 paket untuk tahun 2021, serta bantuan TKM pemula mikro sebanyak 11 Paket.

Tuntas 2024

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin optimistis dan meyakini kemiskinan ekstrem di tujuh provinsi wilayah Indonesia dapat dituntaskan tahun 2024, karena telah memperoleh gambaran terkait intervensi apa yang akan segera dilakukan.

Wapres yang menjabat Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat memimpin rapat koordinasi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis lalu menegaskan, pengentasan kemiskinan ekstrem telah menjadi program prioritas pemerintah pusat.

"Untuk tahap I tahun 2021. Ada tujuh provinsi yang ditetapkan untuk percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Masing-masing adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat," katanya kepada wartawan.

Menurutnya, masing-masing di tujuh provinsi tersebut ada lima kabupaten yang kemiskinannya tergolong ekstrem dan menjadi prioritas untuk segera dituntaskan.

Contohnya, lima kabupaten di wilayah Jawa Timur adalah Kabupaten Probolinggo, Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan dan Sumenep.

"Targetnya sampai bulan Desember 2021 kita berharap bisa menghilangkan sebanyak 2 juta kemiskinan ekstrem di tujuh provinsi ini," ujar Wapres Ma'ruf Amin.

Target panjangnya, lanjut Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia itu, hingga tahun 2024 kemiskinan ekstrem yang jumlahnya mencapai 10 juta jiwa lebih harus sudah tuntas menjadi 0 persen.

"Dari pertemuan tadi semuanya optimistis masing-masing kabupaten bisa menyelesaikan kemiskinan ekstremnya, minimal mencapai target hingga Desember 2021," katanya.

Dalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan ekstrem yang menitikberatkan pada pemberdayaan dari sisi ekonomi, Ma'ruf Amin menyatakan memperoleh gambaran terkait intervensi apa yang akan segera dilakukan.

"Pemerintah kabupaten menggunakan intervensi melalui anggaran pendapatan belanja daerah, begitu pula pemerintah provinsi. Kemudian juga ada bantuan dari pemerintah pusat. Juga nanti ditambah mengikutsertakan dari kelompok swasta menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR-nya dalam rangka penanggulangan kemiskinan ekstrim," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

EKONOMI | 29 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ameer Azzikra Putra Arifin Ilham Meninggal Usia 21 Tahun

#2
Ameer Azzikra Meninggal, Ini Pesan Haru sang Istri

#3
Ameer Azzikra Meninggal karena Infeksi Lever

#4
Kemenkes: Varian Omicron Berkaitan dengan Infeksi HIV

#5
Pemerhati Musik Bens Leo Meninggal karena Covid-19

#6
Menang 4-0, Shin Nilai Performa Pemain Timnas Meningkat

#7
Ratusan Jemaah Salatkan Jenazah Anak Arifin Ilham di Sentul

#8
Kenali Infeksi Lever, Penyakit yang Diidap Ameer Azzrika

#9
Carrick: Ronaldo Cadangan Keputusan Saya Bukan Rangnick

#10
Terima Massa Buruh, Anies Sebut Formula UMP 2022 Tidak Adil

TERKINI


DIGITAL | 29 November 2021

NASIONAL | 29 November 2021

NASIONAL | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

NASIONAL | 29 November 2021

NASIONAL | 29 November 2021

NASIONAL | 29 November 2021

MEGAPOLITAN | 29 November 2021

NASIONAL | 29 November 2021

NASIONAL | 29 November 2021