Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pengamat: Potensi Bank Syariah Indonesia Sangat Besar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:30 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi saat menerima penghargaan Bank Syariah Terbaik di Jakarta, Rabu 15 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat Perbankan dari Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto menyatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki keunggulan tersendiri dalam menggarap pasar pembiayaan dan keuangan syariah di Indonesia. Keunggulan itu sekaligus menjadi faktor pendorong bagi BSI untuk memacu kinerjanya.

“Saya yakin BSI dapat memacu kinerjanya pada masa mendatang, karena bank ini ditopang kemampuannya menggarap potensi ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air, khususnya pasar pembiayaan ritel dan wholesale,” kata Doddy di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Advertisement

Doddy mengatakan BSI yang merupakan hasil penggabungan tiga bank syariah –PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah- yang memiliki rekam jejak kinerja sangat baik.

Diharapkan dengan optimalisasi kinerja setelah terintegrasi, potensi peningkatan pangsa pasar BSI sangat besar sehingga akan menunjang pertumbuhan bisnis keuangan syariah pada masa datang.

“Tentu saja potensi bank ini sangat besar. Pasar pembiayaan dengan memanfaatkan penduduk Muslim di Indonesia sangat besar. Dengan memanfaatkan potensi yang ada BSI bisa terbang," ujarnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Januari 2021 total aset keuangan syariah sekitar 9,6% dari total industri pasar keuangan di dalam negeri. Adapun aset perbankan syariah hanya 6,4% terhadap total aset industri perbankan di Indonesia.

Menurut Doddy, melalui merger tiga bank syariah BUMN, BSI saat ini memiliki aset lebih dari Rp 200 triliun, bahkan mulai mendekati angka Rp 250 triliun. Kekuatan modal yang dimiliki terintegrasi dalam satu entitas bisnis yang lebih kokoh dibandingkan sebelum penggabungan.

Bahkan, lanjut Doddy, potensi pengembangan bisnis akan lebih baik lagi jika rencana penambahan modal oleh BSI dapat terealisasi pascapandemi Covid-19.

“BSI juga telah memiliki basis teknologi yang cukup mumpuni dalam menggarap pasar digital banking,” katanya.

Saat ini, BSI juga memiliki kemampuan yang belum dimiliki oleh bank syariah nasional manapun di Tanah Air.

"Di luar pembiayaan ritel, BSI punya kemampuan untuk menggarap pembiayaan sindikasi sehingga akan mendorong peningkatan kinerjanya," imbuhnya.

Di sisi lain, pangsa pasar bank syariah baru di kisaran 10%. Selain itu, saat ini Doddy melihat banyak juga masyarakat non-muslim yang merasa cukup nyaman dengan model pembiayaan bank syariah. Hal itu pun akan menjadi target pasar yang menjanjikan.

Doddy berharap isu pandemi tetap menjadi perhatian utama bagi manajemen BSI dalam jangka pendek. Sebabnya, transformasi layanan perbankan saat pandemi akan pula menjadi penopang utama pertumbuhan BSI.

"BSI memang punya pasar yang berbeda. Tetapi tetap pasar tersebut di-drive oleh prospek bisnis riil yang saat ini masih dilanda pandemi," tuturnya.

Terkait potensi bisnis BSI yang besar, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan berdasarkan data proyeksi OJK dalam pertemuan tahunan jasa keuangan 2021 dan riset internal BSI, secara nasional pertumbuhan ekonomi syariah ada di kisaran 2,4%-3,7%. Adapun pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga diproyeksikan tumbuh sekitar 13%-18%, serta kualitas pembiayaan sekitar 3%-3,5%.

Hery optimistis dengan jumlah populasi penduduk muslim Indonesia yang besar menjadi kekuatan dan target penetrasi ekonomi syariah yang saat ini masih sekitar 6,4%. Persentase itu lebih rendah dibandingkan dengan negara mayoritas muslim lainnya di Asia.

Indonesia memiliki populasi penduduk muslim sekitar 80% dari total jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 276 juta jiwa.

Dikatakan, dalam waktu dekat, seluruh jaringan BSI ditargetkan sudah terintegrasi dengan single sistem atau one system. Proses integrasi terdiri atas migrasi nasabah, layanan kartu ATM hingga layanan perbankan digital.

Seperti diberitakan, BSI mulai beroperasi pada 1 Februari 2021. Penggabungan tiga bank syariah BUMN menjadi BSI telah menyatukan kekuatan dan potensi yang bertujuan mengoptimalkan kinerja keuangan dan penggarapan ekonomi syariah Indonesia yang sangat besar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#2
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#3
Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

#4
Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Diperiksa

#5
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

#6
Soal Omicron, Ilmuwan WHO Minta Dunia Tidak Panik

#7
Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

#8
Menparekraf: Wae Rebo Indah

#9
Hujan Abu dari Gunung Semeru Diprediksi selama 6 Jam

#10
Jokowi Mengaku Dikawal Ketat Bahlil, Urusan Apa?

TERKINI


EKONOMI | 5 Desember 2021

BOLA | 5 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021