Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

MUI: Lembaga Keuangan Syariah Dapat Basmi Pinjol Ilegal

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:17 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD
Petugas memeriksa dokumen PT Ant Information Consulting (AIC) saat penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di Kelapa Gading, Jakarta, Senin, 18 Oktober 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Pinjaman online (Pinjol) ilegal saat ini menjadi salah satu masalah besar Indonesia di tengah pandemi Covid-19. MUI mengajak umat Islam memberdayakan lembaga keuangan syariah untuk memberantas pinjol ilegal yang sangat meresahkan itu. Dampak pandemi juga bisa diatasi dengan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional MUI Setiawan Budi Utomo mengatakan, potensi lembaga keuangan syariah Indonesiaamat besar. Dengan lebih dari 200 juta muslim, lembaga keuangan syariah seharusnya bisa lebih berkembang di Indonesia.

Advertisement

“Sekarang, porsi perbankan syariah baru 6,5 persen dari keseluruhan perbankan nasional,” ujarnya dalam webinar 'Ekonomi Syariah dan Literasi Digital di Era Pandemi untuk Mendorong Kebangkitan Ekonomi di Bangka Belitung' yang diselenggarakan MUI dan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Informatika dan Komunikasi RI, Kamis (21/10/2021).

Anggota Komisi Fatwa MUI itu mengatakan, salah satu bentuk lembaga keuangan syariah yang perlu didorong adalah lembaga keuangan syariah mikro. Lembaga jenis ini diharapkan bisa menjangkau sampai ke berbagai lapisan masyarakat.

“Lembaga keuangan mikro bisa menjadi solusi atas masalah pinjol ilegal,” kata Peneliti Eksekutif Anggota Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu.

Pinjol menjadi salah satu masalah yang sangat meresahkan saat ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo sampai memberi instruksi khusus untuk memberantas pinjol ilegal.

Setiawan mengatakan, lembaga keuangan syariah tentu tidak hanya untuk memberantas pinjoldan meningkatkan akses masyarakat pada lembaga keuangan. Lembaga keuangan syariah juga bisa dipakai untuk menyediakan modal dalam usaha bangkit dari pandemi.

Sementara Ketua Bidang Ekonomi Syariah dan Halal MUI KH Salahuddin Al Ayub mengatakan, umat Islam punya modal amat besar untuk bangkit dari dampak pandemi. Modal itu adalah potensi ziswaf yang bernilai ratusan triliunan rupiah per tahun. “Potensi ini belum termanfaatkan sepenuhnya,” kata dia.

Badan Wakaf Indonesia dan Baznas memperkirakan, setiap tahun baru terkumpul ziswaf rata-rata Rp 80 triliun. Padahal, potensi ZIS saja Rp 233 triliun. Sementara potensi wakaf paling sedikit Rp 180 triliun per tahun.

Potensi ziswaf bisa jadi lebih besar karena sangat tersebar. Sejumlah penelitian oleh berbagai lembaga internasional menunjukkan masyarakat Indonesia paling dermawan. Kedermawanan itu perlu dikelola dengan baik antara lain untuk menjadi modal dalam upaya bangkit dari dampak pandemi.

KH Ayub mengatakan, MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa untuk memanfaatkan ziswaf dalam penanggulangan pandemi. MUI antara lain berfatwa bahwa dana yang terkumpul dari ziswaf bisa dipakai untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi.

Ada pun Wakil Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI KH Abdul Muis Sobri mengatakan, bangkit dari dampak pandemi juga bisa memanfaatkan internet. Indonesia salah satu negara dengan pengguna internet terbesar. “Tinggal pilih, mau jadi penonton atau penghasil manfaat melalui internet,” kata dia.

Ada banyak pelajaran gratis tentang cara memanfaatkan internet untuk pemberdayaan diri dan masyarakat. Sudah banyak contoh orang yang mendapatkan manfaat ekonomi dari internet.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#2
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#3
Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

#4
Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Diperiksa

#5
Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

#6
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

#7
Soal Omicron, Ilmuwan WHO Minta Dunia Tidak Panik

#8
Hujan Abu dari Gunung Semeru Diprediksi selama 6 Jam

#9
Menparekraf: Wae Rebo Indah

#10
Jokowi Mengaku Dikawal Ketat Bahlil, Urusan Apa?

TERKINI


EKONOMI | 5 Desember 2021

BOLA | 5 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021