Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Berkat Pandemi, Lotus Group Lahirkan Sovlo

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:18 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD
Tiga pendiri Sovlo Lidya Valensia, Afra Viena dan Djohan.

Jakarta, Beritasatu.com - Saintis besar Albert Einstein suatu ketika pernah berkata bahwa di tengah setiap krisis terdapat peluang besar. Pernyataan Albert Einstein tidaklah salah.

Demikian dikatakan Lidya Valensia, Afra Viena dan Djohan. Betapa tidak, dalam situasi krisis ekonomi mereka, mereka menciptakan peluang dengan melahirkan brand baru yang diberi nama Sovlo (Souvenir Lokal). Lidya Valensia, Afra Viena dan Djohan adalah pendiri Sovlo.

Advertisement

Sovlo lahir saat pandemi Covid-19 yaitu di bulan Juni 2020. Sovlo merupakan surviving mode yang diluncurkan karena perusahaan (Lotus Group) mengalami penurunan omzet cukup drastis, sehingga harus melahirkan karya lain agar roda tetap berjalan dan tetap dapat menjadi sumber mata pencaharian lebih dari 40 orang penjahit dan 30 orang staf kantor.

“Semua produksi Sovlo dikerjakan oleh parent company bernama Lotus Group yang spesialis berkarya di bidang Souvenir Jahitan (souvenir pernikahan dan barang promosi perusahaan), dan berdiri sejak tahun 2010,” kata Lidya di kantornya di perbatasan Tangerang dan Jakarta (21/10/2021).

Sejak berdiri, Sovlo kerap mengangkat tema-tema positif dan pemberdayaan, seperti misalnya Strong Woman, Indonesian Strong Woman, Kembang Nusantara, Grateful Indonesia, Colourful Indonesia, Indonesian Brave Kids, Indonesian Strong Woman & Her Pets, Tanaman Hias, dan Indonesia Maju.

Produk Sovlo antara lain adalah tas (sling bag, tote bag, waist bag, laptop sleeve), pouch, masker wajah, card case,
dan baru-baru ini mulai juga memperkenalkan lini pakaian.

Lidya Valensia, CEO dan Founder Sovlo mengakui awal kelahiran Sovlo di tengah situasi pandemi sebenarnya langkah survival perusahaan induknya, Lotus Group, a specialist in custom and stitching souvenirs yang biasa menangani kebutuhan stylish souvenirs, umumnya untuk kebutuhan acara pernikahan, maupun corporate branding.

“Awalnya kami memang membutuhkan solusi ketika di awal pandemi Lotus Group mengalami penurunan omzet cukup drastis, sementara di tengah krisis ini kami pikir justru kami sangat perlu tetap melindungi sekitar 40 orang penjahit dan 30 orang staf kantor yang bekerja buat kami. Ketika itulah, muncul ide melahirkan brand baru berupa produk fesyen siap beli untuk masyarakat umum, sekaligus memanfaatkan platform e-commerce yang tengah menjamur di tengah pandemi,” tutur Lidya Valensia mengenang awal perjalanan Sovlo.

Nama Sovlo sendiri diangkat dari akronim Souvenir Lokal, yang merupakan inti dari usaha fesyen yang sejak awal digarap Lotus Group.

Pilihan bergerak di platform e-commerce merupakan langkah bijak yang dilakukan founders Sovlo untuk menyelamatkan seluruh tim kerjanya. Hasilnya ternyata cukup menggembirakan, kombinasi kualitas produk, kemampuan membaca tren pasar, bisnis dan strategi kolaborasi perlahan-lahan menjadikan Sovlo menjadi salah satu brand fesyen yang mencuri perhatian di 2020 - 2021 ini.

Di dekade kedua abad 21 ini, industri barang konsumen termasuk fesyen memang menunjukan fenomena semakin terdigitalisasi. “Penggunaan e-commerce dan kehadiran sebuah brand di ranah digital kini semakin menjadi tolak ukur keberhasilan,” kata dia.

Ia mengatakan, kehadiran pandemi ternyata justru mempercepat transformasi digital ini. Pandemi juga mengakselerasi keperluan brand untuk beradaptasi secara cepat dengan lingkungan digital.

Survei McKinsey di 2020 menemukan dalam 8 bulan saja secara global, pangsa e-commerce meningkat dari 16 persen ke 29 persen, melewati pertumbuhannya 6 tahun terakhir1.

Selain fenomena transformasi digital, porsi pembicaraan mengenai isu-isu hak asasi pekerja di industri fesyen semakin meningkat.

Pelanggan semakin sadar dengan kondisi pekerja dan menuntut brand lebih memperhatikan keadaan para pekerja dan mengambil sikap yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sesuai dengan nilai para pelanggan.

Nampaknya, langkah Sovlo yang berusaha melindungi penjahit dan stafnya ini, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen zaman sekarang.

Sovlo sendiri mulai mencuri perhatian konsumen ketika meluncurkan tema ilustrasi Strong Woman yang ternyata sangat disukai konsumen karena relevan dengan kondisi pandemi yang saat itu sedang parah-parahnya. Hingga kini, Sovlo masih konsisten dengan tema-tema yang positif dan memberdayakan.

Sovlo mengajak semua masyarakat Indonesia, tidak hanya pelanggan, untuk saling menguatkan dalam semangat kebersamaan dengan tema-tema positif seperti Strong Woman, Indonesian Strong Woman, Kembang Nusantara, Grateful Indonesia, Colourful Indonesia, Indonesian Brave Kids, Indonesian Strong Woman and Her Pets, Tanaman Hias, Indonesian Heroes dan Indonesia Maju.

“Jadi banyak konsumen yang membeli produk kami tidak hanya untuk diri sendiri, mereka suka mengirimkan produk-produk kami ke teman-teman dan kerabat mereka dengan tujuan untuk saling menguatkan. Itu kami tahu dari feedback di platform e-commerce sendiri,” kata dia.

Setelah mulai mengecap sukses di platform e-commerce ini, Sovlo mulai melihat perlunya pengembangan ilustrasi yang tidak mungkin dilakukan hanya secara internal, karena pasti akan menghadapi keterbatasan ide. Inilah awalnya muncul ide berkolaborasi dengan ilustrator lokal yang diumumkan terbuka.

Hasilnya ternyata mendulang respons yang cukup besar berupa minat ilustrator untuk berkolaborasi dengan Sovlo. Hal lain yang cukup mengejutkan adalah hasil karya ilustrator-ilustrator lokal ini sangat baik, yang sayangnya di situasi krisis ini sering hanya berakhir di atas kertas ataupun komputer mereka tanpa mampu menghasilkan pendapatan untuk mereka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 5 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#2
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#3
Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

#4
Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Diperiksa

#5
Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

#6
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

#7
Soal Omicron, Ilmuwan WHO Minta Dunia Tidak Panik

#8
Hujan Abu dari Gunung Semeru Diprediksi selama 6 Jam

#9
Menparekraf: Wae Rebo Indah

#10
Jokowi Mengaku Dikawal Ketat Bahlil, Urusan Apa?

TERKINI


EKONOMI | 5 Desember 2021

BOLA | 5 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021