Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Erick: MES Bertekad Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:08 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / EHD
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir, pada Peringatan Hari Santri Nasional 2021 dan peluncuran logo baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 22 Oktober 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir menyatakan, MES bertekad menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai gravitasi ekonomi syariah global.

“Memang tujuannya kita sebagai negara muslim terbesar, kita ingin juga industri halal dan ekonomi syariah menjadi pemain yang bisa menyeimbangkan apa yang selama ini ada di negara lain,” kata Erick saat berpidato pada Peringatan Hari Santri Nasional 2021 dan peluncuran logo baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Advertisement

Peluncuran logo baru MES dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), disaksikan Wakil Presiden (Wapres) selaku Ketua Dewan Pembina MES KH Ma'ruf Amin, Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga Ketua Dewan Pakar MES Perry Warjiyo, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi, pimpinan lembaga negara, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Erick mengatakan, MES terus mendorong program-program yang mendukung pengembangan ekonomi syariah. Adapun program-program yang telah diselenggarakan, yaitu MES bekerja sama dengan Bank Indonesia menggelar Indonesia International Halal Fair, memberikan sertifikasi halal gratis kepada UMKM yang berkolaborasi dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Selain itu, terkait literasi ekonomi syariah, MES menyelenggarakan webinar nasional wakaf produktif untuk pengembangan industri wakaf.

Di pasar modal syariah MES bersama Kementerian BUMN menghadirkan indeks Saham IDX MES-BUMN ke-17.

“Kami laporkan juga bahwa untuk mendukung pengembangan produk secara internasional, MES memberanikan diri membuka jaringan di beberapa wilayah di luar negeri. Alhamdulillah, yang sudah terbuka di Rusia, Maroko, Sudan, Singapura, Korea Selatan, Tiongkok, dan Arab Saudi. Kita sekarang ingin juga membuka di Pakistan, Persatuan Emirat Arab, Thailand, dan Brunei Darussalam. Ini tidak lain sebagai lobi tetapi juga membuka penetrasi pasar produk-produk Indonesia melalui diaspora kita yang ada di sana,” ujar dia.

Dikatakan, salah satu visi MES adalah menjaga keseimbangan ekonomi, di mana perusahaan besar turut serta mengangkat dan menaik kelaskan usaha-usaha kecil. Sehingga ekonomi syariah berjalan sesuai fitrahnya, yaitu pemberdayaan seluruh ekonomi umat.

“Harus terjaga, jangan sampai yang besar makin besar, yang kecil makin kecil. Karena itu terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden yang telah memberikan kebijakan yang sangat baik untuk keseimbangan yang kita lakukan,“kata Erick.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, industri ekonomi syariah Indonesia mengalami pertumbuhan pesat.

Pada tahun 2018 ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 10 besar dunia. Setahun kemudian naik menjadi peringkat 5 dan pada 2020 ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 4 dunia.

Kendati demikian, Presiden Jokowi tidak ingin pelaku ekonomi syariah di Indonesia berpuas diri. Karena itu perlu ada upaya yang sinergis antar pemangku kepentingan agar ekonomi syariah di Tanah Air bisa terus bertumbuh lebih pesat lagi.

“Dan itu peran penting yang harus dimainkan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah. Saya menaruh harapan besar kepada Masyarakat Ekonomi Syariah untuk menjadi jembatan bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah. Untuk membangun ekosistem ekonomi syariah di negara kita. Untuk membangun ekonomi inklusif yang memberdayakan, dan mampu bertahan menghadapi berbagai macam krisis,” kata Presiden Jokowi.

MES, kata dia, harus menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah yang membumi. Sehingga menyentuh ekonomi umat secara langsung. MES pun diharapkan dapat mendorong kelahiran lebih banyak lagi wirausahawan dari kalangan santri. Dengan demikian, MES dapat menggerakan perekonomian syariah yang semakin inklusif.

Presiden Jokowi menekankan salah satu sinergi yang dapat dibangun oleh MES untuk lebih membumikan ekonomi syariah adalah melalui peran pendidikan.

Pesantren, madrasah, maupun pendidikan tinggi agama Islam menurut Presiden Jokowi memiliki peran yang sangat strategis mencetak lulusan yang inovatif dan berkewirausahaan.

Presiden Jokowi juga mengingatkan pentingnya transformasi digital dalam membangun ekonomi syariah. “Kita harus terus mendorong usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah kita untuk go digital. Masuk ke toko online, masuk ke marketplace, masuk ke e-commerce, dan bisa masuk ke supply chain nasional maupun global dan bisa menjadi pemain utama dalam pertumbuhan industri halal tingkat global,” ujarnya.

Sementara itu, Wapres KH Ma’ruf Amin yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina MES mengatakan saat ini ekonomi syariah di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pilihan bagi komunitas muslim saja, tetapi telah menjadi salah satu penopang kekuatan ekonomi nasional.

Hal itu seiring dengan kemajuan sektor industri produk halal, yang terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri termasuk selama pandemi Covid-19. Wapres Ma’ruf pun mengutip laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2020.

Dalam laporan itu Indonesia masuk 5 besar dari 135 negara dengan nilai aset industri halal tertinggi. Nilainya mencapai US$3 miliar, masih di bawah Persatuan Emirat Arab US$ 3 miliar, Malaysia US$10 miliar, Iran US$14 miliar dan Arab Saudi US$ 17 miliar.

“Kita meyakini bahwa posisi Indonesia masih sangat mungkin untuk meningkat lagi, bahkan menjadi pemain kunci industri keuangan syariah dunia. Komitmen untuk memperkuat pembangunan ekonomi syariah di Indonesia perlu kita terus perkuat dan kita teguhkan dengan kaum santri sebagai bagian penting dari Masyarakat Ekonomi Syariah,” ujarnya.

Dalam pertumbuhan perekonomian syariah di Tanah Air, Wapres menyebut peran MES sangat krusial. Terlebih dalam upaya edukasi dan inklusi. Menurutnya di masa datang sinergi dan kolaborasi pelaku usaha besar dan pelaku usaha mikro dan kecil serta ultra mikro harus diperkuat guna mengembangkan industri halal nasional.

Selama ini, lanjut dia, MES berkomitmen untuk aktif melahirkan dan menumbuh kembangkan pengusaha-pengusaha syariah melalui berbagai jalan. Seperti pengembangan pusat-pusat inkubasi dan pusat-pusat bisnis syariah di berbagai daerah.

“Harapan kita potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang sangat menjanjikan dapat dioptimalkan demi kesejahteraan umat dan Indonesia menjadi pemain utama ekonomi dan keuangan syariah dunia,” kata Wapres.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


EKONOMI | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021