Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Dow Cetak Rekor, Torehkan Penguatan Mingguan Tiga Kali Beruntun

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:42 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street pada perdagangan Jumat (22/10/021) bervariasi. Namun semua indeks utama mengakhiri minggu lebih tinggi selama tiga pekan berturut-turut. Adapun Dow Jones Industrial Average naik ke rekor tertinggi sejak 16 Agustus.

Dow naik hampir 74 poin, atau 0,2%, menjadi 35.677,02. S&P 500 turun tipis 0,1% menjadi 4.544,90 sehari setelah ditutup pada rekor. Adapun Nasdaq Composite turun 0,8% menjadi 15.090,20.

Advertisement

Pada Oktober, S&P dan Dow naik lebih 5%, sedangkan Nasdaq telah naik 4,4%.

Dow mendapat dorongan karena investor keluar dari saham teknologi dan memburu blue-chip. American Express memimpin indeks dengan kenaikan 5,4% didukung kuatnya laporan pendapatan.

Sementara Intel dan Snap membuat Nasdaq melemah Kamis, setelah kedua perusahaan melaporkan pendapatan yang mengecewakan. Saham Intel turun 11,6% setelah penjualan lebih lemah dari perkiraan karena kekurangan chip di seluruh industri. Snap mengatakan bisnis periklanannya menurun. Saham Snap turun 26,5%.

Saham media sosial juga turun. Facebook dan Twitter masing-masing ambles 5% dan 4,8%.

Namun, beberapa saham teknologi naik ke level tertinggi sepanjang masa. Saham Tesla memperpanjang reli, naik 1,7% setelah mencapai level tertinggi intraday. Netflix, Ebay, dan Microsoft juga menyentuh level tertinggi baru sepanjang masa pada perdagangan hari Jumat.

Musim pendapatan secara keseluruhan sejauh ini luar biasa, mendorong pasar kembali ke level tertinggi sepanjang masa.

Namun sejumlah hal menjadi kekhawatiran investor yakni tekanan biaya, kekurangan tenaga kerja, dan komentar manajemen perusahaan tentang pendapatan.

"Hasil mengecewakan Intel dan IBM, serta komentar hawkish Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang inflasi dan pengetatan kebijakan menambah kegelisahan pasar, tetapi tidak terlalu mengkhawatirkan, setidaknya dalam dalam waktu dekat," kata Kepala Investasi Cornerstone Wealth, Cliff Hodge.

Sementara data pekerjaan yang kuat menambah sentimen pasar positif di sesi sebelumnya. Klaim pengangguran awal jatuh ke level terendah pandemi 290.000 minggu lalu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (21/102021), turun 6.000 dari minggu sebelumnya dan lebih rendah dari 300.000 sesuai survei ekonom yang dilakukan Dow Jones.

Adapun salah satu ketakutan investor baru-baru ini adalah krisis properti Tiongkok. Namun, investor mendapat kabar baik di setelah Evergrande dilaporkan membayar pembayaran bunga yang jatuh tempo kepada pemegang obligasi asing, sehingga mencegah default pengembang properti itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021