Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:43 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER
Gedung Evergrande Center di Shanghai, Tiongkok, pada 22 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Indonesia harus mewaspadai adanya berbagai dinamika isu global yang berpotensi menciptakan dampak rambatan atau spill over terhadap perekonomian nasional.

Menurut Sri Mulyani, dinamika global yang terjadi di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Eropa, menjadi sesuatu yang perlu diwaspadai dalam mengelola perekonomian di dalam negeri.

Advertisement

"Isu-isu yang ada di negara-negara yang memiliki spill over harus menjadi perhatian kita, sebab mereka mampu timbulkan rambatan ke pertumbuhan ekonomi global termasuk di Indonesia,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Secara rinci, isu global di AS meliputi tapering dan kenaikan suku bunga Bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) serta debt limit di Amerika Serikat (AS) yang rencananya ditunda sampai Desember, namun bukan berarti telah terjadi kesepakatan politik.

Kemudian, isu di Eropa terkait kenaikan inflasi dan harga energi, serta bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) dan Bank Sentral Inggrsi atau Bank of England (BoE) serta adanya dampak Brexit pada labor shortage sekaligus adanya ganguan pasokan atau supply.

Selanjutnya, risiko di Tiongkok terkait gagal bayar Evergrande yang meski sudah mampu membayar cicilan utang namun belum selesai sekaligus potensi perlambatan ekonomi Tiongkok.

"Potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok berikan dampak di berbagai perekonomian dunia mulai harga komoditas sampai pertumbuhan ekonomi dunia keseluruhan," jelasnya.

Selain itu, terdapat juga risiko dari fluktuasi harga komoditas akibat krisis energi Tiongkok. Adanya kelangkaan input dan kenaikan upah sekaligus biaya shipping serta naiknya producer price dan risiko stagflasi.

"Kita harus waspadai meningkatnya producer price, yang sekarang sudah dialami oleh berbagai produsen sektor manufaktur berpotensi pass through ke inflasi dalam negeri. Meskipun hingga saat ini inflasi masih sangat baik," papar Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

#2
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#3
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#4
Lagi, Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB di Yahukimo, Papua

#5
The Minions Hadapi Juara Olimpiade di Semifinal 

#6
Jokowi Sentil Polisi Sowan ke Ormas, Ini Kata Sekjen PDIP

#7
Greysia/Apriyani Tantang Ganda yang Tak Pernah Kalah di Bali

#8
Polisi: Penembakan di Tol Tak Terkait Ketua DPRD DKI

#9
Masihkah Bullish Aset Kripto Berlanjut Tahun Depan?

#10
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

TERKINI


EKONOMI | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021