Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

IMF Targetkan 40% Populasi Dunia Sudah Divaksinasi pada Akhir Tahun Ini

Selasa, 26 Oktober 2021 | 05:07 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP
Seorang petugas penjara Uganda menerima dosis pertama vaksin Oxford AstraZeneca Covid-19 di rumah sakit rujukan Mulago di Kampala.

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan IMF menargetkan minimal 40% populasi dunia sudah melakukan vaksinasi Covid-19 hingga akhir tahun ini. Hal itu tercetus dalam pertemuan tahunan IMF beberapa waktu lalu.

“Sehingga pada kuartal I 2022 diharapkan 70% populasi dunia sudah terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity,” tutur Sri Mulyani pada Konferensi APBN kiTA, Senin (25/10/2021).

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa perkembangan pandemi di seluruh dunia sudah menunjukkan perbaikan setelah mengalami lonjakan akibat varian Delta. Meski begitu, permasalahan pandemi belum berarti berakhir. Pasalnya beberapa negara yang dinilai mampu menghadapi kasus Covid-19, justru masih menghadapi lonjakan kasus.

“Beberapa negara masih mengalami kenaikan kasus dari varian Delta, bahkan negara-negara yang selama ini dianggap mampu tangani Covid seperti Tiongkok, Inggris dan Rusia sekarang sedang menghadapi (kenaikan kasus cCvid-19). Ini jadi jadi yang buat kita perlu waspada meski secara global kasus Covid alami penurunan,” tegasnya.

Adapun data per 22 Oktober 2021, kasus Covid-19 secara global mencapai 243,71 juta dengan total kematian mencapai 4,95 juta, kasus sembuh mencapai 220,84 juta dan kasus aktif covid-19 mencapai 17,92 juta.

Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi secara global mencapai 6,82 miliar dosis di 184 negara dengan 28,6 juta dosis per hari. Sementara akselerasi vaksinasi di Indonesia terus dipercepat. Bahkan Indonesia masuk posisi keenam sebagai negara dengan jumlah vaksinasi dosis satu dan komplit terbanyak di dunia atau sudah mencapai 180,54 juta.

“Indonesia dosis pertama sudah mencapai 112,27 juta dan atau 41,55% populasi, untuk dosis kedua 67,17 juta atau 24,86% dari populasi. Dan yang lakukan booster 1,10 juta atau 0,41% dari populasi,” tegasnya.

Sri mengatakan menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia merupakan dampak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan percepatan vaksinasi. Selain itu, penurunan kasus harian diikuti rendahnya kasus aktif di masyarakat, turunnya kematian harian serta bed occupancy ratio.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Aturan Terbaru Bepergian Saat Liburan Nataru

#2
Fadel Muhammad: MPR Kecewa dengan Kinerja Kemenkeu

#3
Calon Umrah dengan Vaksin Sinovac Wajib Karantina 3 Hari

#4
Reuni 212 Pindah ke Bogor, Ini Saran Ridwan Kamil

#5
Kapolda Rencana Buat Arena untuk Balapan Liar

#6
Bos Moderna Peringatkan Vaksin Kurang Efektif untuk Omicron

#7
Siap Rights Issue Rp 890 M, MPPA Raih Pernyataan Efektif OJK

#8
Masih PPKM Level 3, Polres Bogor Tak Beri Izin Reuni 212

#9
Simulasi Pilpres, Prabowo-Puan 67,7 Persen

#10
Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

TERKINI


EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021