Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Gapki: Ekspor Sawit Lebih dari 1 Dekade Sudah Didominasi Produk Hilir

Kamis, 18 November 2021 | 17:12 WIB
Oleh : Herman / WBP
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono dalam program Zooming with Primus bertajuk “Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO” yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis, 18 November 2021.

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengungkapkan, hilirisasi minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) telah berjalan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan ekspor palm product selama ini yang didominasi oleh produk olahan CPO, terdiri dari refined bleached deodorized (RBD), oleochemical dan biodiesel yang merupakan produk hilir utama. Sedangkan ekspor CPO di 2020 hanya 21%. Sampai dengan September 2021, ekspor CPO juga tinggal 9%.

“Datanya itu lebih dari 1 dekade mirip, bahwa komposisi ekspor sawit kita sebenarnya sudah bukan lagi didominasi oleh CPO, tidak lebih dari 20%. Justru yang paling besar adalah olahan CPO dalam bentuk RBD, oleochemical dan biodiesel. Jadi semuanya sudah produk yang diolah melalui proses di dalam negeri. Ini bukti bahwa hilirisasi di Indonesia sudah berjalan, on the right track. Saya pikir trennya masih akan seperti ini ke depan,” kata Joko Supriyono dalam program Zooming with Primus bertajuk “Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO” yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis (18/11/2021).

Joko mengungkapkan, berjalannya hilirisasi CPO ini terutama didukung oleh kebijakan hilirisasi industrialisasi melalui penerapan pungutan ekspor dan bea keluar (BK). “Pungutan ekspor CPO dengan RBD itu dibedakan, pungutan ekspor CPO lebih tinggi dari RBD. Makin tinggi harga, pungutan ekspornya makin besar. Bukan hanya pungutan ekspor, tapi juga ada BK. Kebijakan inilah yang membuat hilirisasi bisa berjalan selama ini,” kata Joko.

Namun diakui Joko, market requirement di pasar global sangat kompetitif dan penetrasi pasar sangat bergantung dengan peluang. Sehingga peningkatan produk olahan CPO harus sesuai dengan market yang ada.

“Peluang ekspor produk olahan yang cukup besar adalah biodiesel. Namun juga ada hambatan masuk ke pasar global yang melibatkan regulasi negara. Jadi memang peluang produk olahan CPO masih ada, tetapi kita mesti melihat marketnya, hambatannya seperti apa,” kata Joko



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Diteriaki Maling karena Ngebut, Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa

#2
Arteria Dahlan Pakai Mobil Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Psikolog

#3
Satupena Bertransformasi Menjadi Alinea

#4
Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

#5
Asyik Berfoto di Tol Andara, Rombongan Pengendara Mobil Mewah Ditegur Polisi

#6
Ada Gubernur hingga Komisaris, Ini Profil Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

#7
Truk Tabrak Truk di Depan Balai Kartini Jakarta Selatan, 1 Tewas

#8
Kasus Covid-19 Naik, Status PPKM Jakarta, Jabar, Banten Dievaluasi

#9
Satu dari 2 Pasien Omicron yang Meninggal Memiliki Riwayat ke Belanda

#10
Polisi Didesak Segera Tangkap Edy Mulyadi karena Diduga Hina Kalimantan

TERKINI


OTOMOTIF | 24 Januari 2022

BOLA | 24 Januari 2022

OLAHRAGA | 24 Januari 2022

BOLA | 24 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022