Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

36% Konsumsi Minyak Nabati Dunia Disumbang dari Sawit

Kamis, 18 November 2021 | 17:48 WIB
Oleh : Herman / JEM
Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Teknologi Pertanian IPB University Nuri Andarwulan dalam program Zooming with Primus bertajuk “Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO” yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis, 18 November 2021.

Jakarta, Beritasatu.com – Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Teknologi Pertanian IPB University Nuri Andarwulan mengungkapkan, selama ini sawit masih menduduki posisi utama dalam konsumsi minyak nabati dunia. Pada 2020, porsinya mencapai 36%, diikuti oleh soybean oil 28%, rapeseed oil 14%, dan sunflower seed oil 9%.

Advertisement

“36% konsumsi minyak nabati dunia diduduki oleh sawit, dan ini sepertinya akan terus meningkat,” ungkap Nuri Andarwulan dalam program Zooming with Primus bertajuk “Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO” yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis (18/11/2021).

Nuri menambahkan, 71% produk sawit digunakan untuk pangan seperti margarin, proses pangan olahan, cokelat, dan lainnya. Kemudian 24% untuk consumer product seperti kosmetik, detergen, dan yang lain. Sedangkan 5% digunakan untuk energi. “Jadi memang mayoritasnya itu digunakan untuk pangan,” imbuhnya.

Namun diakui Nuri, selama ini Indonesia belum mengekspor bentuk hilir yang lebih lanjut dibanding produk refined, bleached, and deodorized palm oil (RBDPO) atau bentuk-bentuk bahan baku lainnya.

“Saat ini produk kita yang CPO dan RBDPO masih belum memenuhi kualitas yang disyaratkan negara maju, sehingga produk bahan baku itu bisa diproses menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Masalahnya itu karena karakteristik mutu CPO di Indonesia,” kata Nuri.

Berdasarkan data dari 34 pabrik kelapa sawit seluruh Indonesia, Nuri mengungkapkan dari parameter asam lemak bebas dan kadar air, sampel CPO yang memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) mencapai 75,81%. Sedangkan untuk parameter lain yang tidak ada di SNI tetapi ada di standar negara lain, tidak ada satu pun yang memenuhi syarat negara tersebut atau internasional.

“Ini tantangan bagi kita untuk meningkatkan mutu CPO kita,” ujar Nuri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 17 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

EKONOMI | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022