Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Keberadaan Fintech Dorong Penambahan Investor Pasar Modal

Jumat, 19 November 2021 | 14:55 WIB
Oleh : Herman / FER
Kepala Departemen Pasar Modal Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Muhammad Hanif dalam virtual media workshop “Aftech: Fintech for Faster Economic Recovery”, 19 November 2021.  

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Departemen Pasar Modal Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Muhammad Hanif menilai keberadaan financial technology (fintech) turut mendorong pertumbuhan investasi ritel di pasar modal.

Selain itu, adanya pandemi Covid-19 juga ikut mendorong peningkatan minat investasi. Tren positif ini diyakini dapat mendorong literasi dan inklusi keuangan pada sektor pasar modal.

Advertisement

"Pertumbuhan jumlah investor pasar modal sangat signifikan, terutama setelah fintech masuk. Per Agustus 2021, jumlah investor pasar modal mencapai 6,1 juta atau naik 56% dari 2020. Untuk rekening reksa dana dari 2,8 juta di 2020 menjadi 5,8 juta, sedangkan surat berharga negara (SBN) dari 1,6 juta akun menjadi 2,4 juta akun," kata Hanif dalam virtual media workshop "Aftech: Fintech for Faster Economic Recovery”, Jumat (19/11/2021).

Hanif yang juga co-founder dan chief business development TanamDuit menjelaskan, kondisi ini menggambarkan keberadaan fintech telah memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan industri pasar modal. "Khususnya untuk saham, reksa dana, dan SBN,” jelasnya.

Dipaparkan Hanif, fintech memiliki peran penting mendorong pertumbuhan pasar modal karena memberikan banyak kemudahan untuk calon investor.

Kemudahan tersebut antara lain, proses membuka rekening yang mudah tanpa harus datang ke bank sebagai agen penjual reksa dana dan SBN atau ke perusahaan sekuritas. Prosesnya pun cukup mudah. Selain itu untuk membeli reksa dana melalui fintech juga lebih terjangkau mulai dari Rp 10.000.

"Dengan adanya fintech, calon investor tinggal mengunduh aplikasi, lalu melakukan registrasi. Prosesnya juga lebih cepat, bahkan tidak sampai satu hari sudah bisa di-approve. Kemudian untuk jumlah transaksinya juga terus meningkat. Misalnya untuk transaksi saham, jumlah transaksinya hingga akhir 2021 diperkirakan mencapai 9 juta transaksi jual-beli saham hanya melalui fintech,” papar Hanif.

Saat ini ada sejumlah fintech wealth management yang beroperasi di Indonesia antara lain Tanamduit, Xdana, Bibit, Peluang, Bareksa, dan Stockbit. Ada juga beberapa anggota Aftech penyelenggara inovasi keuangan digital (IKD) dan financial planner seperti Financialku, Arkana, Halofina dan Fundtastic.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

EKONOMI | 25 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia

#2
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

#3
Sang Putri Meninggal, Nurul Arifin: Malaikatku, Engkau Pergi Begitu Cepat

#4
Mayoritas Korban Tewas Terjebak di Karaoke yang Dibakar Massa di Sorong

#5
Pertikaian 2 Kelompok Warga di Sorong, Belasan Meninggal Dunia

#6
Nurul Arifin Ungkap Kronologi Meninggalnya Maura

#7
Polisi Ungkap Peran 5 Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas

#8
Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 14.350

#9
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Dimakamkan di San Diego Hills

#10
Kakek 89 Tewas Dihakimi Massa Ternyata Sempat Pamit

TERKINI


BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

DIGITAL | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

POLITIK | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022