Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pelaku Pasar Cermati PPKM Level Tiga Saat Libur Nataru

Senin, 22 November 2021 | 10:26 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP
Ilustrasi Liburan

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku pasar awal pekan ini mencermati keputusan pemerintah yang berencana memberlakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (nataru). Kebijakan ini dilakukan untuk memperketat pergerakan masyarakat guna mencegah lonjakan kasus baru. Dalam penerapannya, seluruh wilayah Indonesia yang sebelumnya sudah berstatus PPKM level satu maupun dua akan diubah menjadi level tiga.

“Pengetatan PPKM pada masa perayaan libur nataru akan cenderung memperlambat pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) pada kuartal IV 2021, namun lebih terbatas karena periode penerapannya yang relatif singkat,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset harian, Senin (22/11/2021).

Advertisement

Pilarmas menambahkan, dampak pengetatan aktivitas ini menjadi perhatian pasar. Pasalnya, saat ini Indonesia tengah dalam jalur pemulihan pasca-meredanya kasus Covid-19 belum lama ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pemerintah berharap pada kuartal IV 2021, pemulihan akan berjalan lebih baik dari kuartal sebelumnya seiring penurunan jumlah kasus baru varian delta yang turut memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III.

Potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan terakhir di tahun ini, didorong peningkatan sejumlah indikator dini, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan ritel, PMI manufaktur, serta peningkatan ekspor dan impor.

Bank Indonesia mencatat IKK pada awal kuartal IV 2021 atau Oktober 2021 sebesar 113,4 poin atau naik dari level 95,5 poin di bulan sebelumnya. Sementara penjualan ritel pada Oktober 2021, diperkirakan meningkat dengan indeks penjualan riil sebesar 193,0 poin atau naik dari 189,5 poin pada bulan September 2021.

Selain itu, pelonggaran aktivitas di sepanjang Oktober memberikan dampak pada naiknya PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 sebesar 57,2 atau naik dari 52,2 pada bulan sebelumnya. Hal tersebut dinilai dapat memberikan keyakinan pada pertumbuhan ekonomi di kuartal IV yang lebih baik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#5
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#6
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#7
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#8
PP PBSI Panggil 88 Atlet Masuk Pelatnas Cipayung

#9
Satgas Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Signifikan di 3 Provinsi

#10
Sehari Ditemukan 400 Kasus Baru Positif Covid-19 di Depok

TERKINI


DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022