Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menhub Tegaskan Integrasi Data Percepat Layanan Pelabuhan

Sabtu, 27 November 2021 | 19:22 WIB
Oleh : Herman / FER
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung proses pelayanan dokumen Surat Penyerahan Petikemas (SP2) Bea Cukai serta penerapan layanan Single Truck Identification Data (STID) di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu, 27 November 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, integrasi data secara digital merupakan faktor penting untuk dapat mempercepat pelayanan kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain, maka perlu memberikan layanan kepelabuhanan yang lebih mudah, murah, dan cepat.

Hal ini disampaikan Budi Karya Sumadi saat meninjau langsung proses pelayanan dokumen Surat Penyerahan Petikemas (SP2) Bea Cukai serta penerapan layanan Single Truck Identification Data (STID) di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (27/11/2021).

Advertisement

"Kita ingin daya saing ini dapat ditunjukkan oleh Pelabuhan Tanjung Priok. Karena pelabuhan ini mengelola hampir 70% kegiatan ekspor-impor nasional,” kata Menhub.

Ia mengungkapkan, sejumlah upaya yang tengah dilakukan di antaranya mengintegrasikan data yang dimiliki Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut dan Kemenkeu melalui Ditjen Bea dan Cukai, melalui integrasi data dan digitalisasi pelayanan dokumen SP2 dan layanan STID di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Satu proses layanan yang sebelumnya dilakukan masing-masing, sekarang bisa dilakukan secara digital dan terintegrasi, sehingga lebih cepat dan mudah,” ujar Menhub.

SP2 merupakan dokumen yang harus diserahkan oleh pelaku usaha untuk mengeluarkan peti kemas dari dalam pelabuhan. Sementara, STID adalah identitas dari truk-truk yang terdata secara terpusat yang digunakan untuk melakukan transaksi gate in/out di semua terminal Pelabuhan.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan kepelabuhanan ini merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE).

Melalui implementasi NLE, diharapkan layanan kepelabuhanan menjadi lebih efisien, terintegrasi, dan transparan. Dengan begitu, diharapkan biaya logistik dapat ditekan, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan nasional dalam kegiatan ekspor-impor yang dapat mendongkrak perekonomian nasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Diteriaki Maling karena Ngebut, Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa

#2
Satupena Bertransformasi Menjadi Alinea

#3
Arteria Dahlan Pakai Mobil Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Psikolog

#4
Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

#5
Asyik Berfoto di Tol Andara, Rombongan Pengendara Mobil Mewah Ditegur Polisi

#6
Ada Gubernur hingga Komisaris, Ini Profil Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

#7
Truk Tabrak Truk di Depan Balai Kartini Jakarta Selatan, 1 Tewas

#8
Kasus Covid-19 Naik, Status PPKM Jakarta, Jabar, Banten Dievaluasi

#9
Satu dari 2 Pasien Omicron yang Meninggal Memiliki Riwayat ke Belanda

#10
Arsenal vs Burnley: Misi Meriam London Kembali ke Trek Kemenangan

TERKINI


BOLA | 24 Januari 2022

OLAHRAGA | 24 Januari 2022

BOLA | 24 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022