Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Emdeki Utama Catat Penjualan Ekspor Naik 10%

Senin, 29 November 2021 | 19:23 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER
Jajaran direksi PT Emdeki Utama Tbk Chakravarthi Kilambi dan Vincent Secapraman saat Public Expose di Gresik, Senin, 29 November 2021.

Gresik, Beritasatu.com - Perusahaan yang bergerak di bidang industri kalsium karbida atau karbit, PT Emdeki Utama Tbk (MDKI), optimistis penjualan ekspor hingga akhir 2021 mencapai 5.700 ton, melampaui target sebesar 4.980 ton, atau naik 146% dari realisasi penjualan ekspor pada 2020 sebesar 2.320 ton.

Direktur Emdeki Utama Vincent Secapraman menjelaskan, upaya meningkatkan penjualan ekspor menyusul penurunan permintaan karbit di dalam negeri karena terimbas Covid-19.

Advertisement

"Strategi kita ini berhasil dengan naiknya penjualan ekspor hingga 10% dan kita proyeksikan tahun ini bisa mencapai 5.700 ton sesuai kontrak. Sampai September 2021 sudah 4.446 ton, sehingga kita optimistis target terlampaui,” kata Vincent saat Public Expose di Gresik, Senin (29/11/2021).

Dikatakan, meskipun penjualan ekspor naik, saat bersamaan kenaikan biaya kontainer juga sulit dikendalikan yang sekarang sudah mencapai 120 persen dibandingkan 2020. Sementara, karena terikat kontrak Emdeki tidak mampu menaikkan harga jual di tengah harga bahan baku yang juga naik karena suplai terganggu oleh Covid-19. Oleh karena itu, kata Vincent, kenaikan penjualan ekspor tidak serta-merta mendongkrak laba Emdeki tahun ini.

"Untuk net profit tahun 2021 kita proyeksikan turun sekitar 10% dibandingkan dengan tahun lalu akibat pandemi Covid-19 gelombang kedua syang menyebabkan permintaan karbit dalam negeri turun,” papar Vincent.

Meskipun laba bersih diproyeksikan turun tahun ini, kata Vincent, manajemen Emdeki yakin perseroan masih mampu membayar dividen kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2021. "Untuk pembayaran dividen kita masih mampu meskipun tidak sebesar tahun lalu sebesar Rp 12 per lembar saham,” tandas Vincent.

Tunda Proyek
Vincent menjelaskan, karena kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya normal akibat pandemi Covid-19, Emdeki masih menunda rencana pengembangan dan diversifikasi yang direncanakan saat penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering), yaitu memproduksi Carbide Desulphuriser sebagai pengembangan usaha dan High Grade Ferro Silica untuk digunakan oleh industri baja nasional sebagai diversifikasi usaha.

Pembangunan pabrik Carbide Desulphuriser tahap I telah selesai dibangun di Gresik, Jawa Timur pada akhir September 2019 dan telah berproduksi normal. Namun untuk pabrik Carbide Desulphuriser Tahap II di Cilegon-Banten, Jawa Barat, Emdeki mempertimbangkan untuk menundanya, sambil menunggu perkembangan positif pabrik baja di wilayah Cilegon.

Emdeki juga menunda rencana pembangunan pabrik Ferro Silica di Gresik dengan kapasitas 7.000 ton per tahun. Rencana pembangunan pabrik tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2019 dengan diawali pembangunan pondasi.

"Akan tetapi karena ada krisis global akibat pandemi Covid-19. Proyek ini terpaksa kita tunda dan kelanjutannya masih menunggu ekoomi normal karena kalau dipaksakan dikhawatirkan akan merugikan investor. Hal inilah yang perseroan pertimbangkan dengan penuh kehati-hatian,” papar Vincent.

Direktur Emdeki Utama Chakravarthi Kilambi menambahkan, perseroan melihat prospek tahun depan lebih baik seiring dengan semakin membaiknya ekonomi global.

"Saat ini ekonomi global memang sangat bergantung pada penanganan Covid-19. Kita optimistis tahun depan ekonomi global akan lebih baik dan saat itu kita akan garap negara-negara lain seperti Pakistan, Bangladesh dan lainnya untuk perluasan pasar ekspor,” pungkas Chakravarthi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 21 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#4
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#5
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#6
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#7
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

TERKINI


KESEHATAN | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022