Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BPS: Inflasi Tinggi Tanda Perbaikan Ekonomi

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:51 WIB
Oleh : Herman / FMB
Aktivitas jual beli di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan, Rabu 1 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,37% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,05, tertinggi selama 2021. Dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau, 84 kota mengalami inflasi dan enam kota mengalami deflasi.

Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan, inflasi yang cukup tinggi ini menandakan sudah mulai ada perbaikan ekonomi akibat transaksi barang dan jasa yang semakin banyak. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2021 antara lain minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, daging ayam ras, rokok kretek filter, ikan segar, sewa rumah, kontrak rumah, tarif angkutan udara, mobil, kue kering berminyak, dan emas perhiasan. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah dan tomat.

Advertisement

“Yang memberi andil pada inflasi November 2021 ini utamanya minyak goreng, andilnya sebesar 0,08%. Artinya kalau bicara terjadi kenaikan harga atau inflasi, berarti antara supply dan demand-nya lebih tinggi permintaannya, sehingga terjadi kenaikan harga. Untuk yang lain seperti telur ayam ras, andilnya terhadap inflasi 0,06%, kemudian juga tarif angkutan udara yang memberi andil 0,05%,” kata Margo Yuwono dalam pemaparan Inflasi November 2021, Rabu (1/12/2021).

Yuwono menegaskan, secara umum faktor permintaan lebih dominan, sehingga membuat inflasi cukup tinggi di November 2021. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,84%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35%; kelompok kesehatan sebesar 0,01%; kelompok transportasi sebesar 0,51%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,22%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37%. Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

Dengan inflasi 0,37% pada November 2021 tersebut, maka tingkat inflasi tahun kalender 2021 sebesar 1,30%, sedangkan inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 1,75%.

Sementara itu, komponen inti pada November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,17% atau terjadi kenaikan indeks dari 107,25 pada Oktober 2021 menjadi 107,43 pada November 2021. Komponen yang harganya diatur pemerintah dan komponen yang harganya bergejolak mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,37% dan 1,19%.

Pada November 2021 komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen yang harganya bergejolak memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebesar 0,11%; 0,06%; dan 0,20%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

#5
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#6
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#7
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#8
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#9
PP PBSI Panggil 88 Atlet Masuk Pelatnas Cipayung

#10
Sehari Ditemukan 400 Kasus Baru Positif Covid-19 di Depok

TERKINI


EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022