Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ditopang Pracetak, Waskita Beton Raup Pendapatan Rp 743 M

Rabu, 1 Desember 2021 | 13:33 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / WBP
Plant Sadang PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Jakarta, Beritasatu.com- PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 743,9 miliar pada sembilan bulan pertama 2021. Pendorong utama pendapatan perseroan masih ditopang dari produk pracetak (precast).

Berdasarkan laporan keuangan interim di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (1/12/2021), anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini hingga kuartal III 2021 telah meraup pendapatan sebesar Rp 743,9 miliar atau melemah 48% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,43 triliun.

Advertisement

Kontributor utama pendapatan WSBP masih didorong oleh sektor usaha pracetak yang menyumbang sebesar Rp 374 miliar, diikuti pendapatan dari ready mix dan quarry sebesar Rp 277 miliar, serta sektor konstruski yang berkontribusi sebesar Rp 92,3 miliar.

Meredupnya performa perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini niscaya berimbas pada perolehan laba bersih. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berhasil mencetak laba bersih Rp 1,14 triliun, pada periode kali ini, WSBP hanya mengantongi laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 279 miliar atau terjun sekitar 75%.

Adapun dari sisi aset, posisi aset perseroan saat ini senilai Rp 10,06 triliun dan liabilitas yang tidak dapat dialokasikan sejumlah Rp 9,18 triliun. Waskita Beton Precast sebelumnya dikabarkan bakal melepas tiga pabrik beton dengan total nilai Rp 709 miliar melalui penawaran umum.

Ketiga pabrik itu adalah Plant Klaten senilai Rp 176,5 miliar, Plant Cibitung senilai Rp 115 miliar, dan Plant Karawang senilai Rp 417,5 miliar. Dana yang diperoleh dari hasil penjualan pabrik akan perseroan gunakan untuk restrukturisasi.

Direktur Utama Waskita Beton Moch. Holis Prihanto mengatakan bahwa divestasi pabrik merupakan salah satu program transformasi bisnis perseroan untuk menunjang likuiditas perusahaan sekaligus menghemat modal kerja dan optimalisasi aset. "Dana hasil divestasi akan digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur dalam rangka restrukturisasi," jelas Holis kepada Investor Daily.

Hingga saat ini, kondisi ketiga pabrik masih terus beroperasi dan penjualan tersebut mencakup penjualan tanah dan bangunan pabrik beton pracetak, bangunan pendukung, mesin dan peralatan produksi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 21 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

EKONOMI | 21 Januari 2022

EKONOMI | 21 Januari 2022

EKONOMI | 21 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Polisi Tetapkan Sopir Truk Tersangka

#4
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#5
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#6
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#7
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

TERKINI


NASIONAL | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022