Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Privy Hadirkan Layanan Identitas Digital PrivyPass

Rabu, 1 Desember 2021 | 20:11 WIB
Oleh : Herman / FER
Ilustrasi Aplikasi Kartu Kredit secara Online Menggunakan Tanda Tangan Digital PrivyID.

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan startup PT Privy Identitas Digital (Privy) menghadirkan layanan identitas digital pertama di Indonesia yang diberi nama PrivyPass. PrivyPass hadir melengkapi layanan terdahulu Privy, yaitu tanda tangan elektronik tersertifikasi.

CEO Privy Marshall Pribadi menyampaikan, PrivyPass menghadirkan proses registrasi nasabah yang nyaman, cepat, dan aman. Setiap pengguna PrivyPass identitasnya sudah diverifikasi hingga biometric wajahnya ke basis data kependudukan yang diadministrasikan oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Advertisement

"Sehingga calon nasabah tidak perlu berulang kali mengetikkan data pribadi dan memberikan kartu identitas Ketika mau membuka rekening baru, polis baru, atau mengajukan pinjaman," kata Marshall Pribadi dalam acara Media Clinic Aftech, Rabu (1/12/2021).

Di sisi lain, lanjut Marshall, institusi keuangan juga tidak perlu berulang kali memverifikasi identitas calon nasabahnya. Pasalnya, PrivyPass memberikan keamanan dan perlindungan serta pengalaman digital yang mudah saat melakukan aktivitas hingga transaksi secara online.

"Saat ini, identitas digital PrivyPass telah bisa digunakan pengguna untuk beraktivitas di dunia maya, seperti mengajukan kartu kredit, menarik dana investasi pada asuransi unit link, hingga berlangganan media online tanpa perlu memasukkan data-data pribadi berulang kali, membuat akun baru dan menghafal banyak password,” imbuhnya.

Mengutip riset dari McKinsey, Marshall menyampaikan identitas digital dapat menjadi kunci penting untuk membantu menciptakan inklusi keuangan dan membuka akses lebih luas bagi masyarakat ke berbagai layanan, dari finansial, kesehatan, pendidikan, hingga fasilitas publik. Di tahun 2030, implementasi program identitas digital dapat meningkatkan GDP sebesar 3% hingga 13%, menurut riset yang sama.

“Pendaftaran konsumen di masa depan seharusnya sudah tidak menjadi suatu hal yang rumit, memakan waktu, dan rawan pemalsuan identitas. Kami berharap PrivyPass dapat mewujudkan ekonomi digital nyaman dan aman bagi semua pihak,” ujar Marshall.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Wiyanto Halim, Kakek Korban Pengeroyokan Ternyata Punya Perusahaan di Singapura

#2
Setelah Tujuh Presiden, Kedaulatan Angkasa Riau Kembali ke Pertiwi

#3
Indonesia vs Timor Leste, Shin Tae-yong: Jangan Lengah!

#4
Pendeta Jefry Tommy Tambayong Meninggal Dunia

#5
Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

#6
Xavi Tegaskan Dembele Tak Akan Dimainkan Jika Tetap di Barcelona

#7
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Tembus 8.000

#8
KPK Tetapkan Eks Dirjen Keuangan Daerah Tersangka Suap Dana PEN Kolaka Timur

#9
Eks Bupati Kepulauan Talaud Divonis 4 Tahun Penjara

#10
Perjanjian Ekstradisi Diteken, Puan: Sita Aset Buronan RI di Singapura!

TERKINI


BOLA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

KESEHATAN | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

KESEHATAN | 27 Januari 2022

NASIONAL | 27 Januari 2022

NASIONAL | 27 Januari 2022