Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bamsoet Optimistis Bandara Kertajati Bakal Ramai

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:10 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER
Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) optimistis terkait pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Kehadiran fasilitas maintenance repair and overhaul (MRO) akan melengkapi fungsi dan layanan Bandara Kertajati, yang juga akan dikembangkan sebagai bandara khusus haji dan umrah, serta pusat logistik nasional.

Advertisement

"Data Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara mencatat 46% dari pesawat Indonesia masih melakukan MRO di luar negeri. Ini menunjukkan pasar kesempatan untuk mengembangkan fasilitas MRO sangat terbuka. Daripada pihak asing yang menikmati, lebih bagus BIJB dikembangkan sebagai pusat MRO Indonesia. Sehingga maskapai tidak perlu lagi melakukan MRO di luar negeri," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Bamsoet menjelaskan, BIJB tinggal membenahi dan menambah beberapa infrastruktur, antara lain membangun 10 hanggar, dengan 20 slot pesawat berbadan lebar, 16 slot pesawat berbadan sempit.

Pembangunannya bisa memanfaatkan lahan 84,2 hektare yang berada dalam kawasan BIJB. Terlebih kawasan bandara masih luas, dari total lahan 1.800 hektare, masih ada 700 hektare yang belum dimanfaatkan.

"Investasi yang diperlukan mencapai Rp 2,5 triliun, dengan payback period diperkirakan mencapai 11,1 tahun. Relatif tidak terlalu tinggi untuk ukuran bisnis MRO. Tidak hanya dimanfaatkan oleh maskapai, MRO di BIJB juga bisa dimanfaatkan untuk merawat pesawat dan helikopter milik TNI-Polri," jelas Bamsoet.

Dia meyakini banyak investor yang tertarik, mengingat berdasarkan kajian Kementerian Perindustrian (Kemperin) memproyeksikan potensi bisnis industri perawatan dan perbaikan pesawat atau MRO di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai US$ 2,2 miliar atau naik signifikan dibanding tahun 2016 sebesar US$ 970 juta.

Hal ini seiring upaya pemerintah yang memacu pengembangan industri jasa penerbangan dalam negeri sejak tahun 2000 sehingga kinerjanya tumbuh dalam satu dekade terakhir.

"Apalagi industri MRO kita semakin kompetitif. Saat ini sudah mampu menyediakan berbagai jasa perawatan pesawat, antara lain airframe, instrument, engine, radio, emergency equipment, dan line maintenance," pungkas Bamsoet.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

#5
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#6
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#7
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#8
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#9
PP PBSI Panggil 88 Atlet Masuk Pelatnas Cipayung

#10
Sehari Ditemukan 400 Kasus Baru Positif Covid-19 di Depok

TERKINI


EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022